//

PEMANFAATAN PERMAINAN DALAM PEMBENTUKAN HUBUNGAN SOSIAL ANAK (SUATU PENELITIAN PADA TK FKIP DAN TK BUNGONG SEULEUPOK DARUSSALAM BANDA ACEH)

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Rusnawati - Personal Name

Abstrak/Catatan

Penelitian ini membahas tentang pemanfaatan permainan dalam pembentukan hubungan sosial anak. Penelitian dilakukan di TK FKIP dan TK Bungong Seuleupok Darussalam Banda Aceh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis- jenis permainan yang bermanfaat dalam membentuk hubungan sosial anak. bagaimana peranan guru dalam memanfaatkan aktifitas permainan untuk membentuk hubungan sosial anak. Hubungan sosial yang sering timbul dalam aktifitas permainan serta hubungan anti sosial yang timbul dalam aktifitas permainan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sedangkan populasinya beriumlah 21 orang guru yang terdiri dari 14 orang guru di TK FKIP dan 7 orang guru di TK Bungong Seuleupok. Semua populasi dijadikan sampel. penelitian ini adalah penelitian populasi. Instrumen pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi. dan dokumentasi. Data diolah dengan menggunakan metode analisis kualitatif. Hasil penelitian menemukan bahwa semua jenis pennainan yang diadakan di TK tersebut bermanfaat dalam membentuk hubungan sosial anak. jenis-jenis permainan yang dimaksud adalah permainan konstruktif, permainan fungsi. permainan dengan benda. permainan reseptif/apresiatif. permainan musik dan permainan sosial. Peranan guru dalam memanfaatkan aktifitas permainan untuk membentuk hubungan sosial anak di TK adalah sebagai pengamat, elaborasi. model. evaluator. perencanaan dan memberikan bimbingan. Hubungan sosial yang sering timbul dalam aktifitas permainan adalah dapat ditandai dengan adanya kerjasama antara anak. kemurahan hati, kasih sayang, hasrat dan penerimaan sosial. rasa simpati, sikap ramah, tidak mementingkan diri sendiri. perilaku meniru. perilaku kelekatan serta rasa empati diantara sesama teman dalam permainan. Selain hubungan sosial hubungan anti sosial juga timbul dalam permainan dapat ditandai dengan adanya perilaku bersifat negativisme, agresi, pertengkaran. mengejek dan menggertak. perilaku sok kuasa. egosentrisme, prasangka serta antagonisme jenis kelamin. Hubungan anti sosial jarang terjadi dibandingkan dengan hubungan sosial. yang melakukannya hanya sebagian kecil anak. Hubungan sosial dilakukan oleh sebagian besar anak di TK dan menjadi rutinitas sehari-hari.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

HUBUNGAN FAKTOR-FAKTOR PEMILIHAN ALAT PERMAINAN EDUKATIF DENGAN PERKEMBANGAN ANAK USIA PRASEKOLAH DI TAMAN KANAK-KANAK BUNGONG SELEUPOEK KOTA BANDA ACEH (MONARIS DARALINA, 2018)

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL LAMBANG HURUF MELALUI PERMAINAN POHON HURUF PADA ANAK USIA DINI DI TK BUNGONG SELEUPOEK (Rifkafil Ardilla, 2020)

HUBUNGAN KESIAPAN ANAK DENGAN KEBERHASILAN TOILET TRAINING PADA ANAK BALITA DI PAUD DAN TK BUNGONG SEULEUPOEK UNSYIAH DARUSSALAM BANDA ACEH TAHUN 2012 (MULA RIZKI, 2014)

MENGEMBANGKAN KECERDASAN INTERPERSONAL ANAK USIA DINI MELALUI PERMAINAN ULAR NAGA DI PAUD BUNGONG TANJONG KABUPATEN ACEH BESAR (SITI HARDIANTI, 2019)

MENINGKATKAN KEMAMPUAN INTERAKSI SOSIAL ANAK USIA DINI MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL DI TK FKIP UNSYIAH (FUTRI HANDAYANI, 2020)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy