//

ANALISIS PENDAPATAN SUPIR ANGKUTAN HASIL PERTANIAN PEDESAAN PASCA KENAIKAN HARGA BAHAN BAKAR MINYAK (BBM) DI KABUPATEN BENER MERIAH

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Rahmi Yusuf - Personal Name

Abstrak/Catatan

Rahmi Yusuf dengan Judul Skripsi " Analisis Pendapatan Supir Angkutan Hasil Pertanian Pedesaan Pasca Kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Bener Meriah', dengan Pembimbing utama Bapak Ir Azhar A Gani. M Sc dan Pembimbing kedua lbu Cut Faradila, SP M Si Permasalahan dalam penelitian adalah apakah terdapat perbedaan pendapatan sopir angkutan hasil bumi sebelum dan sesudah kenaikan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Bener Meriah Penelitian ini dilakukan di Simpang Balek Kecamatan Wih Pesam Kabupaten Bener Meriah, dimana penentuan lokasi dilakukan secara sengaja (/'urpostve amplng) Objek dari penelitian ini adalah para sopir mobil angkutan hasil bumi yang terdapat di Kecamatan Wih Pesam Kabupaten Bener Meriah Ruang lingkup penelitian dibatasi pada masalah pendapatan sopir sebelum dan sesudah kebijakan BBM Adapun periode data yang diambil adalah data sebelum kenaikan BBM yaitu pada bulan Mai 2005 dan data sesudah kenaikan harga BBM pada bulan November 2005 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pendapatan sopir angkutan hasil bumi sebelum dan sesudah kenaikan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Bener Meriah. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh sopit yang terdapat pada Gudang mobil yang ada di Desa Simpang Balek.Adapun jumlah gudang mobil mencapai 7 buah gudang dengan jumlah sopir sebanyak 2I orang, dengan menggunakan metode sensus (ensus), yaitu karena usaha pengangkutan yang terdapat di daerah penelitian tergolong sedikit sehingga perlu pendataan berapa jumlah usaha pengangkutan Penghasilan para sopir angkutan di Simpang Balek Kecamatan Wih Pesam Kabupaten Bener Meriah mengalami perbedaan sebelum dan sesudah kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) yaitu jumlah penghasilan yang diterima oleh para sopir mcngalami kenaikan sebesar Rp I 105 428, per bulan atau besarnya penghasilar sebelum kenaikan harga BBM yvaitu Rp 3 144 029,- per bulan dan sesudah kenaikan Rp 4249457.- per bulan Adapun saran yang dapat penuhis berikan berdasarkan hasil kesimpulan di atas adalah untuk menjaga besarnya penghasilan yang diterima oleh para supir, sebaiknya dalam menjalankan kegiatan lebih diperhatikan kondisi dan perawatan kenderaan,sehingga besarnya biaya operasional kenderaan dapat ditekan dengan adanya perawatan rutin dan kontrol yang baik dengan derikian penghasilan yang diterima juga akan semakin besar.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

PERBEDAAN PENDAPATAN PEDAGANG PENGECER BERAS SEBELUM DAN SESUDAH KENAIKAN HARGA BAHAN BAKAR MINYAK DI KOTA BANDA ACEH. (Zakiah, 2021)

PENGARUH KENAIKAN HARGA BAHAN BAKAR MINY AK (BBM):PREMIUM, MINYAKTANAH DAN SOLAR TERHADAP INDEKS BARGA KONSUMEN (IHK) BAHAN MAKANAN DI KOTA BANDA ACEH (Isma Qarina, 2020)

ANALISIS PERBEDAAN PENDAPATAN PEDAGANG PENGECER BERAS SEBELUM DAN SESUDAH KENAIKAN BAHAN BAKAR MINYAK (BBM) DI KOTA BANDA ACEH (Cut Ayu Melisa Putri, 2021)

ANALISIS SIKAP POLITIK MAHASISWA FISIP UNSYIAH TERHADAP KEBIJAKAN KENAIKAN HARGA BAHAN BAKAR MINYAK (Egi Rahmat Tri Putra, 2017)

KAJIAN KESESUAIAN PENGGUNAAN LAHAN DENGAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) KABUPATEN BENER MERIAH (Sylvia Zahara, 2016)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy