KAJIAN SOSIOLOGIS PERENCANAAN TATA RUANG TERBUKA HIJAU DI KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

   

KAJIAN SOSIOLOGIS PERENCANAAN TATA RUANG TERBUKA HIJAU DI KOTA BANDA ACEH


Pengarang

CUT RAISA MAULIDA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1610101010036

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Sosiologi (S1) / PDDIKTI : 69201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses dialektika produksi ruang sosial dalam perencanaan ruang terbuka hijau di Kota Banda Aceh. Ruang senantiasa merupakan ruang sosial karena diproduksi secara sosial dengan pemahaman bahwa ruang terikat pada realitas sosial secara fundamental, ruang tidak pernah ada “sebagaimana dirinya”. Ruang senantiasa akan mengalami perubahan, praktik dan persepsi keruangan dipengaruhi oleh nilai dan makna- makna sosial tersebut. Banda Aceh mulai berbenah dengan berupaya membuat kota gemilang, sejuk, indah dan nyaman dengan konsep “Green City”. Teori yang digunakan adalah teori produksi ruang sosial dari Henry Lafebvre. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dengan pendekatan deskriptif. Teknik pemilihan informan yang digunakan ialah teknik purposive sampling dengan jumlah 6 informan dalam penelitian ini. Metode pengumpulan data yang digunakan ialah wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diperoleh hasil bahwa: terjadinya marjinalitas dan pemisahan berdasarkan kelas dalam pembangunan ruang terbuka hijau di Kota Banda Aceh pertama, secara praktik spasial adanya “pembongkaran urban” yakni masyarakat kelas menengah bahwa mengalami penggusuran dalam membangun konsep “Green City”. Kedua, representasi ruang, pemangku kebijakan mepresentasikan/mengkonsepkan ruang dalam bentuk wisata dan pendapatan daerah. Ketiga, ruang representasional, pro dan kontra masyakarat dalam menilai pembangunan ruang terbuka hijau di Kota Banda Aceh baik dalam segi estetika, lingkungan atau termaginalitas pendapatan ekonomi kelas menengah dalam penggunaan ruang tersebut.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK