PENERTIBAN PEDAGANG KAKI LIMA DI KOTA BANDA ACEH (TINJAUAN TERHADAP QANUN NOMOR 6 TAHUN 2018 TENTANG PENYELENGGARAAN KETERTIBAN UMUM DAN KETENTRAMAN MASYARAKAT) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

   

PENERTIBAN PEDAGANG KAKI LIMA DI KOTA BANDA ACEH (TINJAUAN TERHADAP QANUN NOMOR 6 TAHUN 2018 TENTANG PENYELENGGARAAN KETERTIBAN UMUM DAN KETENTRAMAN MASYARAKAT)


Pengarang

RUSDY JULYANDA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1503101010356

Fakultas & Prodi

Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

RUSDY JULYANDA,
2021 PENERTIBAN PEDAGANG KAKI LIMA DI KOTA BANDA ACEH (Tinjauan Terhadap Qanun Nomor 6 Tahun 2018 Tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat)
Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala
(v, 68),pp.,bibl.,app.
Dr. Yanis Rinaldi, S.H, M.Hum.
Di dalam Pasal 2 Qanun Kota Banda Aceh Nomor 6 Tahun 2018 Tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat dinyatakan, Pemerintah Kota berkewajiban menyelenggarakan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat. Selanjutnya, dalam Pasal 3 huruf b disebutkan bahwa penyelenggaraan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat, diantaranya adalah tertib PKL atau Pedagang Kaki Lima. Namun, dalam kenyataannya, para pedagang kaki lima di Kota Banda Aceh tetap saja ada dan sulit ditertibkan. Hal ini terlihat jelas pada beberapa lokasi, misalnya di Pasar Aceh, Pasar Peunayong, dan pasar-pasar lainnya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan penertiban pedagang kaki lima di wilayah Kota Banda Aceh dan upaya Pemerintah Kota Banda Aceh dalam melakukan penertiban terhadap pedagang kaki lima.
Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian yuridis empiris. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan didukung oleh data sekunder. Pengumpulan data primer menggunakan teknik wawancara, angket atau kuisioner dan observasi. pengumpulan data sekunder menggunakan studi dokumentasi. Data yang diperoleh, selanjutnya diolah dan dianalisis dengan menggunakan pendekatan kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan penertiban yang dilakukan terhadap para pedagang kaki lima yang terdapat di Wilayah Kota Banda Aceh meliputi Upaya Preventif dan Upaya Represif. Namun belum berjalan baik dikarenakan beberapa faktor, diantaranya terbatasnya jumlah Personil Satuan Polisi Pamong Praja sehingga tidak meratanya wilayah penertiban. Namun Satpol PP terus bekerja maksimal dalam melakukan usaha penertiban terhadap para Pedagang Kaki Lima yang kedapatan berjualan di badan jalan Wilayah Kota Banda Aceh.
Disarankan kepada Pemerintah Kota Banda Aceh untuk memfokuskan dalam melakukan penertiban dan menambahkan armada untuk Satuan Polisi Pamong Praja agar setiap penertiban yang dilakukan lebih efektif dan menimbulkan efek jera terhadap para PKL atau Pedagang Kaki Lima.
?

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK