//

TRADISI UPACARA PERKAWINAN ADAT JAWA DI KOTA LANGSA

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang KIKI SYAFRIDAYANTI - Personal Name

Abstrak/Catatan

Kiki Syafridayanti. 2020. Tradisi Upacara Perkawinan Adat Jawa di Kota Langsa. Etnis Jawa merupakan etnis pribumi pendatang terbanyak di Kota Langsa, salah satu tradisi adat yang dilestarikan oleh masyarakat Jawa di Kota Langsa adalah tradisi upacara perkawinan khususnya adat Jawa Tengah, namun tahapan prosesi adat perkawinan tidak semua dilakukan oleh masyarakat dan sebagian masyarakat Jawa tidak mengetahui makna dari prosesi adat tersebut. Tujuan penelitian untuk mengindentifikasi tahapan proses upacara perkawinan adat Jawa Tengah yang dilaksanakan di Kota Langsa, dan mengetahui makna tahapan prosesi upacara perkawinan adat Jawa Tengah yang ada di Kota Langsa.Subjek pada penelitian yaitu 5 orang yang melakukan prosesi perkawinan dan 1 orang tokoh adat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitian dipilih berdasarkan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahapan prosesi upacara perkawinan adat Jawa Tengah di Kota langsa terdiri dari: pembentukan panitia, upacara langkahan, upacara pemasangan tarub,upacara menanak nasi, upacara penolak hujan, upacara siraman, akad nikah, malam midodareni, upacara nebus kembar mayang, dan upacara panggih yang terdiri dari: upacara balangan sirih (lempar sirih), upacara wiji dadi (menginjak telur), upacara membasuh kaki, sindur binayang, upacara pemecahan kendhi, sungkeman, upacara dulangan, upacara tepung tawar, dan upacara jenang sumsum. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa makna yang terkandung pada upacara perkawinan adat Jawa adalah simbol yang mengarah pada suatu pengharapan dan doa yang dilakukan oleh pengantin dan kedua orang tua pengantin kepada Allah SWT agar terhindar dari marabahaya.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

PELAKSANAAN UPACARA PERKAWINAN ETNIS TIONGHOA DI KOTA LHOKSEUMAWE 1980 – 2011 (Lailan, 2013)

TRADISI BERBALAS PANTUN DALAM ADAT PERKAWINAN MASYARAKAT ACEH TAMIANG (“DILEMA KEUTUHAN DAN KEBERLANJUTANNYA”) (Siti Sarah, 2019)

MAKNA SIMBOLIK PADA BUSANA PENGANTIN TRADISIONAL PRIA DAN WANITA DALAM UPACARA ADAT PERKAWINAN DI DESA SUBULUSSALAM KECAMATAN SIMPANG KIRI KOTA SUBULUSSALAM (Dede Anggi Riana, 2014)

IDENTIFIKASI DAN UPAYA KONSERVASI JENIS-JENIS TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK UPACARA ADAT MASYARAKAT KECAMATAN MATANGKULI KABUPATEN ACEH UTARA. (HILLIYATUL SABRINA, 2021)

PERKEMBANGAN TRADISI BERSEBUKU DALAM PERKAWINANRNMASYARAKAT GAYO DI DESA DARUL AMAN KECAMATAN PERMATARNKABUPATEN BENER MERIAH, 1979-2014 (WAHUSNA ARUNI, 2015)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy