PENDUGAAN KADAR PATCHOULI ALCOHOL PADA MINYAK NILAM HASIL FRAKSINASI MENGGUNAKAN METODE PRINCIPAL COMPONENT REGRESSION | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

   

PENDUGAAN KADAR PATCHOULI ALCOHOL PADA MINYAK NILAM HASIL FRAKSINASI MENGGUNAKAN METODE PRINCIPAL COMPONENT REGRESSION


Pengarang

Fadhilat Burahman - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1605106010036

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Minyak nilam (patchouli oil) adalah salah satu minyak atsiri yang dihasilkan oleh
tanaman nilam yang merupakan komoditas unggulan nasional di Indonesia. Minyak nilam
sendiri mempunyai banyak kegunaan, biasanya digunakan untuk bahan baku parfum, kosmetik,
pembunuh serangga, hingga bermanfaat pula sebagai obat-obatan. Sebanyak 90% kebutuhan
minyak nilam dunia, disokong oleh Indonesia yang berasal dari penyulingan di pelosok-pelosok
Nusantara. Dalam minyak nilam terdapat senyawa kimiawi berupa patchouli alcohol yang
merupakan penyusun utama dan digunakan sebagai indikator untuk mengetahui kualitas dari
minyak nilam.Pengukuran nilai kadar patchouli alcohol pada minyak nilam biasanya
menggunakan uji laboratorium dengan teknologi Gas Chromatography-Massa Spectrometry
(GC-MS), yang membutuhkan waktu cukup lama serta mahal dan merusak karakter fisik
minyak nilam (destruktif). Oleh karena itu, diperlukan teknologi alternatif untuk menduga
kadar patchouli alcohol pada minyak nilam yang lebih cepat dan tidak merusak bahan (non
destruktif) seperti metode Near Infrared Reflectance Spectroscopy (NIRS). Penelitian ini ada
dua tujuan. Pertama untuk mendapatkan informasi tentang teknologi NIRS sebagai metode
cepat dan tepat dalam memprediksi kadar patchouli alcohol pada minyak nilam Aceh hasil
fraksinasi dengan metode Principal Component Regression (PCR). Kedua yaitu untuk
menentukan metode koreksi spektrum yang terbaik dan akurat untuk memprediksi kadar
patchouli alcohol pada minyak nilam hasil fraksinasi dengan menggunakan Pre-Treatment
Mean Normalization (MN), Derivative-2 (D-2), Smoothing Savizky–Golay (SGs),dan Standart
Normal Variate (SNV). Bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah minyak nilam Aceh.
Peralatan pendukung dalam penelitian ini adalah Unit Distilasi Molekuler dan Fraksinasi ARC
PUI Nilam Aceh, GC-MS, Self developed FT-IR IPTEK T-1516, dan peralatan laboratorium
pendukung lainya.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, aplikasi NIRS dengan metode PCR
menghasilkan lima model pendugaan kandungan kadar patchouli alcohol diantaranya satu
model tergolong prediksi masih kasar atau sufficient performance dan empat lainnya tergolong
prediksi yang baik atau good model performance. Dari empat model tersebut, model PCR
dengan pretreatment Standart Normal Variate (SNV) dianggap sebagai model terbaik dengan
latent variable sebanyak 6 buah, nilai RPD sebesar 2,96, koefisien korelasi (r) sebesar 0,93,
koefisien determinasi (R
) sebesar 0,87 dan RMSEC sebesar 3,93. Analiasa loading plot dalam
penelitian dapat disimpulkan bahwa panjang gelombang optimum keberadaan kandungan
kadar patchouli alcohol dengan struktur kimia R-OH dapat dideteksi pada panjang gelombang
1693-1763 nm, 1544-1642 nm dan 1306-1357 nm.
2

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK