//

SISTEM JARINGAN PASOK DAN NILAI TAMBAH EKONOMI KOPI ORGANIK (STUDY KASUS DI KBO BABURRAYAN KABUPATEN ACEH TENGAH)

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Mujiburrahmad - Personal Name

Abstrak/Catatan

Mujiburrahm ad dengan judul skripsi " Sistem Jaringan Pasok dan Nilai Tambah Ekonomi Kopi Organik (Study Kasus Pada Koperasi Baitul Qiradh Baburrayyan Kabupaten Aceh Tengah) ". dibawah bimbingan Bapak Dr. Ir. Romano, MP sebagai pembimbing utama dan Bapak Dr. Ir. Fajri Jakfar, M.Sc sebagai pembirnbing kedua. Sistem jaringan pasok agribisnis kopi organik di Koperasi Baitul Qiradh Baburrayan di Kabupaten Aceh Tengah diharapkan dapat memberikan nilai tambah ekonomi (EVA) bagi semua stakeholder yang terlibat mulai dari hulu samapai kehilir. Permsalahannya adalah bagaiman proses transfer dan konversi kopi organik ini dapat meberikan nilai tambah pada setiap tahapan produk kopi organik. Penelitian ini bertujuao untuk mendeskripsikan sistem jaringan pasok dan menghitung nilai tambah ekonomi kopi organik pada Koperasi Baitul Qiradh Baburrayyan di Kabupaten Aceh Tengah. Penelitian dilakukan di wilayah kerja (kluster produksi) Koperasi Baitul Qiradh Baburrayan di Kabupaten Aceh Tengah dengan menggunakan metode survey. Ruang lingkup penelitian ini hanya terbatas pada kajian sistem jaringan pasok yang meliputi pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan pasok kopi organik dari petani sampai ke pengeskpor kopi organik, dan Nilai tambah ekonomi pada kopi organik di Kabupaten Aceh Tengah.Jaringan sistem pasok kopi organik untuk Koperasi Baitul Qiradh di Kabupaten Aceh Tengab melibatkan beberapa lembaga pasok seperti petani, pedagang pengumpul (kolektor) dan Koperasi Baitul Qiradh Baburrayyan. Bila KBQ Baburrayyan dapat membiayai kegiatan sebesar Rp 100 maka ia akan memperoleh keuntungan Rp 59,5 per putaran transaski. Bila KBQ Baburrayyan dapat• melakukan transaks i setiap minggu maka keuntungan yang diperoleh KBQ Baburrayyan dapat mencapai 238, I persen dari total pembiayaannya. Ini tentu saja sangat menguntungkan KBQ Baburrayyan, karena bunga bank komersil hanya berkisar antara l sampai 2,5 persen per bulan. Ini artinya nilai tambah yang diperoleh KBQ hampir sepuluh kali dari para kolektor yang dibinanya. Untuk meningkatkan pendapatan petani dan kolektor kopi organik perlu ditingkatkan peran yang lebih kompleks seperti yang di lakukan oleh Koperasi Baburrayyan Baitul Qiradh, sehingga nilai tambah yang diperoleh juga lebih besar.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

SISTEM JARINGAN PASOK KERANG AIR TAWAR (STUDY KASUS PADA UD BERAMPU DI DESA SITI AMBIA KECAMATAN SINGKIL KABUPATEN ACEH SINGKIL) (Shaumi Radhli Amra, 2013)

ANALISIS NILAI TAMBAH PROSES PENGOLAHAN KOPI ARABIKA GAYO ACEH (STUDI KASUS PADA KOPERASI KBQ BABURRAYAN DAN KOPERASI PERMATA GAYO) (Taufiqurrahman, 2020)

PENGELOLAAN JARINGAN PASOK DAN NILAI TAMBAH EKONOMI (EVA) GABAH PADA KILANG PADI “AA” DI KECAMATAN SIMPANG TIGA KABUPATEN PIDIE (Miftahul Rauzah, 2015)

ANALISA SISTEM JARINGAN PASOK GETAH KARET DI KECAMATAN JOHAN PAHLAWAN KABUPATEN ACEH BARAT (Suhendra Haryadi, 2014)

ANALISIS NILAI TAMBAH PROSES PENGOLAHAN KOPI ARABICA GAYO ACEH (STUDI KASUS PADA KOPERASI KBQ BABURRAYAN DAN KOPERASI PERMATA GAYO) (Taufiqurrahman, 2020)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy