//

APLIKASI HERBISIDA OKSIFLUORFEN DAN PENDIMETHALIN PADA BERBAGAI DOSIS SERTA PENGARUHNYA TERHADAP GULMA DAN HASIL BAWANG MERAH (ALLIUM ASCALONICUM L.)

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang TAWARATI NOSAN - Personal Name

Abstrak/Catatan

TAWARATI NOSAN/1505150010044 “Aplikasi Herbisida Oksifluorfen dan Pendimethalin pada Berbagai Dosis serta Pengaruhnya terhadap Gulma dan Hasil Bawang Merah (Allium ascalonicum L.)” yang dibimbing oleh Hasanuddin sebagai pembimbing utama dan Rita Hayati sebagai pembimbing anggota. RINGKASAN Herbisida oksifluorfen dan pendimethalin merupakan herbisida yang sering digunakan untuk mengendalikan gulma pada tanaman bawang merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan dosis herbisida oksifluorfen dan pendimethalin serta pengaruhnya terhadap gulma dan hasil bawang merah. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Gegarang Kecamatan Blangjerango Kabupaten Gayo Lues. Penelitian ini berlangsung dari bulan Oktober 2019 - Januari 2020. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah bibit bawang merah varietas Bima Brebes, herbisida oksifluorfen dan pendimethalin, pupuk Urea, SP-36 dan KCl. Alat - alat yang digunakan dalam penelitian ini yaitu cangkul, meteran, handsprayer berukuran 15 L, frame ukuran 50 cm x 50 cm, jarum suntik ukuran 3 dan 5 ml, oven, kamera, dan timbangan analitik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 2 x 4 dengan 3 ulangan. Faktor pertama berupa jenis herbisida yaitu: herbisida oksifluorfen dan pendimethalin, sedangkan faktor kedua adalah dosis herbisida yaitu: 0; 0,5; 1; dan 1,5 kg b.a ha-1. Peubah gulma yang diamati adalah persentase pengendalian gulma, persentase penutupan gulma, spesies gulma, populasi gulma, dan bobot kering gulma. Peubah tanaman yang diamati: jumlah umbi per rumpun, bobot berangkasan basah dan kering per rumpun, bobot kering umbi per rumpun dan bobot kering umbi per bedeng. Jenis herbisida berpengaruh terhadap persentase pengendalian gulma dan persentase penutupan gulma pada 42 HST. Herbisida oksifluorfen dapat meningkatkan persentase pengendalian gulma dan menurunkan persentase penutupan gulma. Dosis herbisida berpengaruh terhadap persentase pengendalian gulma, bobot kering gulma, bobot berangkasan basah per rumpun dan bobot kering umbi per rumpun. Dosis herbisida pada 0,5-1,5 kg b.a ha-1 dapat meningkatkan persentase pengendalian gulma dan menurunkan persentase penutupan gulma. Tidak terdapat interaksi antara jenis dan dosis herbisida oksifluorfen dan pendimethalin terhadap gulma dan hasil bawang merah.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

PENGARUH DOSIS HERBISIDA OKSIFLUORFEN DAN PENDIMETHALIN TERHADAP PERUBAHAN KOMPOSISI GULMA PADA TANAMAN KEDELAI (GLYCINE MAX L. MERRILL) (Yoga Agustiawan, 2019)

ANLISIS PERTUMBUHAN TANAMAN KEDELAI AKIBAT DOSIS HERBISIDA OKSIFLUORFEN DAN PENDIMETHALIN (Muyassir, 2019)

EFIKASI CAMPURAN HERBISIDA PENDIMETHALIN DAN SULFENTRAZONE TERHADAP GULMA PADA TANAMAN KEDELAI (GLYCINE MAX L. MERRILL) (Aris Setiawan, 2020)

KARAKTERISTIK HASIL TANAMAN KEDELAI AKIBAT APLIKASI BERBAGAI DOSIS HERBISIDA OKSIFLUORFEN DAN PENDIMETHALIN (UTI NOVITA SAPUTRI, 2020)

ESIKASI CAMPURAN HERBISIDA PENDIMETHALIN DAN SULFENTRAZONE SERTA PENGARUHNYA TERHADAP POLA PERTUMBUHAN TANAMAN KEDELAI (GLYCINE MAX L. MERRILL) (M.DWINKY WIN PUTRA, 2021)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy