//

INVESTIGASI PERUBAHAN GARIS PANTAI NEUHEUN AKIBAT PENGARUH PEMASANGAN GROPOZAK (GROYN ZIG-ZAG POROSITY)

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang SOFYAN ANDRE - Personal Name

Abstrak/Catatan

ABSTRAK Pantai tidak akan pernah terlepas dari dua fenomena yang sudah familiar yaitu erosi dan sedimentasi. Pada saat sekarang ini banyak penelitian serta perlakuan yang telah dilakukan dan teliti oleh para ahli untuk memperkecil dampak buruk yang terjadi diakibatkan oleh erosi dan sedimentasi diantaranya adalah groin. Bangunan pantai dengan jenis groin yang sudah sering digunakan pada pantai-pantai di Indonesia pada umumnya adalah groin susunan batu gajah dengan model groin solid (Impermeable) di mana tidak ada air yang dapat lewat dari tubuh groin tersebut, adapun groin tipe bercelah (permeable) yang sudah lazim adalah yang disusun dari kayu atau beton yang dipancangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh groin dengan jenis permeable terhadap perubahan garis Pantai Neuheun serta untuk mengetahui perubahan volume sedimen di pantai akibat pemasangan groin. Groin dibuat dengan susunan kubus yang disusun dengan pola zig-zag. Ukuran kubus perunitnya adalah 1m x 1m x1m dengan beberapa lubang disisi kiri dan kanannya. Sisi atas terbuka dan sisi bawah tertutup penuh tanpa adanya lubang. Beberapa unit kubus dirangkai menjadi satu rangkaian groin tunggal dan diletakkan tegak lurus garis pantai. Bangunan ini disebut dengan Groin Zig-Zag Porosity dan disingkat dengan Gropozak. Penelitian ini merupakan penelitian model fisik lapangan dengan skala permodelan 1:1 (real model). Pengamatan dan pengambilan data dilakukan dengan pengukuran elevasi permukaan pantai dengan menggunakan metode pengukuran profil melintang dengan menggunakan alat waterpass. Lokasi yang menjadi fokus pada penelitian ini adalah pantai yang berada di Desa Neuhen Kecamatan Mesjid Raya Kabupaten Aceh Besar. Hasil dari pengukuran yang dilakukan selama 1 tahun menunjukkan bahwa pengaplikasian Gropozak memberikan pengaruh pada perubahan garis pantai dimana terlihat pada pantai yang berada di kiri dan kanan Gropozak. Erosi yang terjadi pada pantai bagian kiri yang di sebabkan oleh gelombang yang datang dari arah timur laut lebih besar di bandingkan dengan erosi pada pantai yang berada di posisi kanan Gropozak. Kata kunci : ketidakstabilan posisi garis pantai, erosi, sedimentasi, groin, Gropozak

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

ANALISA PERUBAHAN GARIS PANTAI PASCA TSUNAMI DI WILAYAH BANDA ACEH DAN ACEH BESAR (nisful ahyar, 2015)

SOLUSI ANALITIK MODEL PERUBAHAN GARIS PANTAI MENGGUNAKAN TRANSFORMASI LAPLACE (Okvita Maufiza, 2014)

STUDI PERUBAHAN GARIS PANTAI PRA TSUNAMI DAN PASCA TSUNAMI DISEPANJANG PANTAI BARAT ACEH KAWASAN ACEH BESAR, ACEH JAYA DAN ACEH BARAT (Elly Nuraini, 2015)

PROSES PEMULIHAN GARIS PANTAI PASCA TSUNAMI DI SEKITAR KOTA MEULABOH, INDONESIA (Aminullah Hidayat, 2016)

PERUBAHAN GARIS PANTAI TIMUR LAUT ACEH DI KABUPATEN ACEH BESAR DAN PIDIE PADA TAHUN 2002- 2014 (Ridha Riani Zahara L, 2017)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy