//

PEMBANGUNAN POLITIK MASYARAKAT KECAMATAN KOTA JANTHO KABUPATEN ACEH BESAR DALAM MENCAPAI KESEJAHTERAAN (STUDI ANALISIS TERHADAP PROSES PELAKSANAAN MUSYAWARAH PERENCANAAN PEMBANGUNAN)

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang ESHA FARHAN MANGGALA - Personal Name

Abstrak/Catatan

ABSTRAK Untuk mewujudkan masyarakat yang demokratis dalam pembangunan politik, masyarakat harus aktif berpartisipasi dalam proses perencanaan pembangunan, salah satu wadah untuk pembangunan politik di Indonesia ialah dengan melalui kegiatan musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang). Proses pembangunan politik di Kecamatan Kota Jantho belum mengarah pada substansi demokrasi yang baik, dapat dilihat dari proses Musrenbang di Kecamatan tersebut, penerapan Musrenbang sering tidak sesuai dengan harapan masyarakat karena banyak yang mendukung dan masyarakat yang menolak dengan harapan yang kurang berkualitas dan tidak sesuai kebutuhan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembangunan politik masyarakat Kecamatan Kota Jantho melalui perencanaan musrenbang dan permasalahan masyarakat Kecamatan Kota Jantho masih belum sejahtera atas pelaksanaan musrenbang. Dalam menganalisa permasalahan dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teori pembangunan politik dan teori elite. Adapun pendekatan yang dilakukan peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pembangunan politik di Kecamatan Kota Jantho melalui murenbang masih belum berjalan dengan baik dan maksimal, hasil pembangunan yang tidak merata dan cenderung berpusat pada desa-desa yang dekat dengan komplek perkantoran pemerintah Kabupaten Aceh Besar seperti desa Jantho Makmur, Jantho Baru, dan Bukit Meusara. Sedangkan desa pinggiran seperti desa Data Cut, Jalin, dan Suka Tani belum mendapatkan akses dan pembangunan yang maksimal. Faktor-faktor yang menyebabkan pelaksanaan Musrenbang belum mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Kota Jantho yaitu, sistem pelaksanaan yang belum maksimal, pagu anggaran yang terbatas dari pemerintah menyebabkan tidak semua program atau usulan dari sertiap desa dapat di tampung, faktor sumber daya manusia, dan faktor pengaruh elite politik yang memiliki kekuatan dan kekuasaan dalam mengambil kebijakan akhir untuk menentukan eksekusi pembangunan yang kerap mengabaikan usulan-usulan di dalam musrenbang, sehingga banyak masyarakat yang kecewa dan hanya menganggap musrenbang hanya sebagai ajang formalitas semata. Kata Kunci : Pembangunan Politik, Masyarakat, Musrenbang, Elite ABSTRACT To realize a democratic society in political development, the community must actively participate in the development planning process. One of the platforms for political development in Indonesia is through development planning deliberations (Musrenbang). The process of political development in Jantho City Subdistrict has not led to a good democratic substance, it can be seen from the Musrenbang process in the District, the implementation of Musrenbang is often not in accordance with the expectations of the community because many support and people refuse with expectations that are less qualified and not according to community needs. . This study aims to determine the political development of the Jantho City Subdistrict community through Musrenbang planning and the problems of the Jantho City District community who are still not prosperous over the implementation of the Musrenbang. In analyzing the problems in this study, researchers used political development theory and elite theory. The approach taken by researchers uses descriptive qualitative methods. The results of this study indicate that political development in Jantho City District through murenbang is still not going well and optimally, the results of development are not evenly distributed and tend to be centered on villages close to Aceh Besar district government office complexes such as Jantho Makmur, Jantho Baru, and Meusara Hill. Meanwhile, rural villages such as Data Cut, Jalin, and Suka Tani villages have not had maximum access and development. The factors that cause the implementation of the Musrenbang have not been able to improve the welfare of the community in Jantho City District, namely, the implementation system is not optimal, the limited budget ceiling from the government causes not all programs or proposals from each village to be accommodated, human resource factors, and factors. the influence of the political elite who has the power and power in making the final policy to determine the execution of development which often ignores the proposals in the musrenbang, so that many people are disappointed and only consider the musrenbang as a mere formality. Keywords: Political Development, Society, Musrenbang, Elite

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PROSES PERENCANAAN PEMBANGUNAN DESA DI GAMPONG BARABUNG KECAMATAN DARUSSALAM KABUPATEN ACEH BESAR (Marlita, 2018)

STUDI PARTISIPASI MARSYARAKAT DALAM PERENCANAAN PEMBANGUNAN KECAMATAN LHOKNGA KABUPATEN ACEH BESAR (Maryati, 2017)

PEMBANGUNAN POLITIK MASYARAKAT ACEH TENGAH DALAM MENCAPAI KESEJAHTERAAN (STUDI KASUS PROSES PENERAPAN MUSRENBANG DALAM PERENCANAAN PEMBANGUNAN) (SIRAJUL MA`HADI, 2018)

MANFAAT PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT YANG DEMOKRATIS DALAM MEWUJUDKAN PEMBAGUNAN DESA YANG DEMOKRATIS DI DESA DAYAH SINTHOP KECAMATAN MILA KABUPATEN PIDIE (KHAIDIR, 2013)

PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN DESA PUUEK DI KECAMATAN PEULIMBANG KABUPATEN BIREUEN (mahmudi, 2014)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy