PENENTUAN PRIORITAS PEMBANGUNAN JEMBATAN DI KABUPATEN ACEH BESAR DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

   

PENENTUAN PRIORITAS PEMBANGUNAN JEMBATAN DI KABUPATEN ACEH BESAR DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP)


Pengarang

EDI SAPUTRA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1609200060089

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Aceh Besar telah
mengusulkan pembangunan jembatan ke Kementerian PUPR Republik Indonesia
sebanyak 5 ruas untuk dibangun pada tahun 2021. Usulan pembangunan jembatan
tersebut di tahun 2021 tidak dapat dibangun semua, karena adanya keterbatasan
anggaran. Oleh karena itu 5 ruas pembangunan jembatan yang diusulkan, perlu
ditentukan skala prioritas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kriteria
yang dominan perlu dipertimbangkan dalam pembangunan jembatan dan
menganalisis urutan prioritas pembangunan jembatan di Kabupaten Aceh Besar.
Jembatan yang ditinjau adalah jembatan yang tercantum di dalam rencana usulan
Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2020 di Kabupaten Aceh Besar yaitu
Jembatan Blang Baro I, Inong Balee, Siron II, Kr. Keumeuruek, dan Jembatan
Alue Jeumpung. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kuantitatif
melalui kuesioner. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling
dengan pertimbangan yang didasarkan pada stakeholders yang mengetahui
kondisi kriteria pada lokasi usulan pembangunan jembatan di Kabupaten Aceh
Besar. Responden ditujukan kepada pihak stakeholders sebanyak 7 orang yaitu
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Aceh Besar, Kepala Bidang
Program Pembangunan Daerah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah
(Bappeda) Kabupaten Aceh Besar, Anggota Komisi IV Bidang Pembangunan
Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Besar, Camat Lembah
Seulawah, Camat Kota Jantho, Camat Kuta Cot Glie, dan Camat Seulimeum.
Kriteria yang ditinjau adalah kriteria teknis, kriteria ekonomis, kriteria wilayah
(tata guna lahan, aksesibilitas, dan pengembangan wilayah), dan kriteria sosial
(kependudukan dan fasilitas sosial). Teknik analisis data digunakan AHP. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa kriteria yang dominan perlu dipertimbangkan
adalah kriteria ekonomis dengan nilai rata-rata gabungan eigen sebesar 0,35.
Urutan prioritas pembangunan jembatan adalah Jembatan Kr. Keumeuruek
sebagai prioritas 1 dengan bobot sebesar 0,46, Jembatan Siron II dan Jembatan
Blang Baro I sebagai prioritas 2 dengan bobot sama-sama sebesar 0,20, serta
Jembatan Alue Jeumpung dan Jembatan Inong Balee sebagai prioritas 3 dengan
bobot sama-sama sebesar 0,07.
Kata Kunci: Prioritas, pembangunan, jembatan, kriteria, AHP




ABSTRACT
The Public Works and Spatial Planning Agency (PUPR) of Aceh Besar District
has proposed the construction of 5 sections of the bridge to the Ministry of PUPR
of the Republic of Indonesia to be built in 2021. The proposed bridge construction
in 2021 cannot be built all, due to budget constraints. Therefore, the 5 proposed
bridge construction sections need to determine the priority scale. This study aims
to analyze the dominant criteria that need to be considered in bridge construction
and to analyze the priority order of bridge construction in Aceh Besar District.
The bridges under review are bridges listed in the proposed 2020 Special
Allocation Fund (DAK) plan in Aceh Besar District, namely Blang Baro I Bridge,
Inong Balee, Siron II, Kr. Keumeuruek, and Alue Jeumpung Bridge. This study
uses a quantitative method approach through a questionnaire. The sampling
technique used was purposive sampling with considerations based on stakeholders
who know the conditions of the criteria at the proposed bridge construction site in
Aceh Besar District. Respondents were addressed to 7 stakeholders, namely the
Head of Bina Marga Division of the PUPR Aceh Besar District, Head of the
Regional Development Program Division of the Regional Development Planning
Agency (Bappeda) Aceh Besar District, Members of Commission IV for the
Development Sector of the Aceh Besar District People's Representative Council
(DPRK), Head of the Seulawah Valley District, Jantho City District Head, Kuta
Cot Glie District Head, and Seulimeum Sub-District Head. The criteria reviewed
are technical criteria, economic criteria, area criteria (land use, accessibility and
area development), and social criteria (population and social facilities). The data
analysis technique used AHP. The results showed that the dominant criterion that
needs to be considered is the economic criterion with an average combined
eigenvalue of 0.35. The order of priority for bridge construction is the Kr Bridge.
Keumeuruek as priority 1 with a weight of 0.46, Siron II Bridge and Blang Baro I
Bridge as priority 2 with equal weight of 0.20, and Alue Jeumpung Bridge and
Inong Balee Bridge as priority 3 with equal weights of 0.07.

Key Words: Priority, development, bridges, criteria, AHP


Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK