ANALISIS DEBIT BANJIR MENGGUNAKAN HIDROGRAF SATUAN SINTETIS SCS (SOIL CONSERVATION SERVICE) PADA SUB DAS LAE KOMBIH KOTA SUBULUSSALAM PROVINSI ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

   

ANALISIS DEBIT BANJIR MENGGUNAKAN HIDROGRAF SATUAN SINTETIS SCS (SOIL CONSERVATION SERVICE) PADA SUB DAS LAE KOMBIH KOTA SUBULUSSALAM PROVINSI ACEH


Pengarang

Fildza - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1604101010022

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

627.4

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Sub DAS Lae Kombih merupakan sebuah sub DAS yang berhulu di Sungai Sicike-cike, Desa Jambu Kabupaten Pakpak Bharat Sumut dan bermuara di Sungai Lae Soraya, tepatnya di Desa Binanga Kecamatan Runding Kota Subulussalam. Sub DAS Lae Kombih memiliki luas sebesar 466 km2 dan panjang sungai 86,45 km. Muara sub DAS Lae Kombih, yaitu Sungai Lae Soraya, merupakan sungai yang cukup sering meluap. Sub DAS Lae Kombih memiliki peluang untuk yang mengalirkan debit yang cukup besar ke Sungai Lae Soraya. Di beberapa titik di sisi Sungai Lae Kombih telah terjadi perubahan tata guna lahan yang semula berupa hutan kini beralih fungsi menjadi lahan persawahan, perkebunan, dan perumahan penduduk. Pada akhir 2019, terjadi banjir di Dusun Silak dengan tinggi genangan 2 m. Dari permasalahan tersebut dipandang perlu dilakukan upaya pengendalian banjir. Perencanaan pengendalian banjir dapat dilakukan apabila nilai debit banjir diketahui sehingga perlu dilakukan penelitian terkait analisis debit banjir sub DAS Lae Kombih. Data yang diperlukan adalah data sekunder berupa data curah hujan, kecepatan angin, temperatur, kelembapan, penyinaran matahari, peta sub DAS Lae Kombih, peta kontur, peta jenis tanah, dan peta tata guna lahan. Analisis debit banjir dalam penelitian ini dihitung dengan menggunakan Hidrograf Satuan Sintetis SCS (Soil Conservation Service). Dalam perhitungan hidrograf satuan perlu dihitung nilai debit aliran dasar. Debit aliran dasar diperoleh dengan menggunakan Metode Mock yaitu sebesar 13,631 m3/dtk. Waktu konsentrasi yang diperoleh adalah 10 jam, sehingga diperoleh debit banjir untuk periode ulang 2 tahun sebesar 287,666 m3/dtk; 5 tahun sebesar 443,811 m3/dtk; 10 tahun sebesar 549,558 m3/dtk; 25 tahun sebesar 684,417 m3/dtk; 50 tahun sebesar 759,088 m3/dtk; dan 100 tahun sebesar 833,829 m3/dtk. Hasil perhitungan debit banjir periode ulang 2 tahun mendekati dengan debit banjir yang sebenarnya terjadi. Hal ini dikarenakan oleh tinggi genangan maksimum hasil perhitungan dan tinggi genangan pada banjir yang terjadi di Dusun Silak pada akhir 2019 memiliki nilai yang berdekatan yaitu secara berturut-turut 1,8 m dan 2 m.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK