//

EFIKASI BEBERAPA INSEKTISIDA NABATI DALAM MENGENDALIKAN HAMA CROCIDOLOMIA PAVONANA FABRICIUS DI LABORATORIUM

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Mutia Aidia Nabilla - Personal Name

Abstrak/Catatan

Crocidolomia pavonana (F.) ordo Lepidoptera famili Crambidaemerupakan salah satu hama yang menyerang tanaman dari famili Brassicaceae antara lain kol, bunga kol, sawi, lobak dan radish. Serangga ini bersifat oligofag yaitu termasuk serangga pemakan beberapa jenis tanaman dari satu famili. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan jenis ekstrak yang efektif dalam mengendalikan hama C. pavonana. Tumbuhan yang bersifat sebagai insektisida nabati antara lain jambu mede (Anacardium occidentale L.), alpukat (Persea americana Mill), sembung (Blumea balsamifera L.), mengkudu (Morinda citrifolia L.) dan tembelekan (Lantana camaraL.).Penelitian ini telah dilaksanakan di Laboratorium Hama Tumbuhan Program Studi Proteksi Tanaman dan Laboratorium Analisis Pangan Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala. Penelitian dimulai sejak bulan Februari 2020 sampai dengan Maret 2020. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) nonfaktorial yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan sehingga diperoleh 20 unit percobaan. Peubah yang diamati meliputi mortalitas larvaC. pavonana, persentase penghambat makan larva C. pavonana, persentase pupa yang muncul dan persentase imago yang muncul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi beberapa insektisida nabati berpengaruh terhadap mortalitas dan penghambat makan larva C. pavonana. Mortalitas larva C. pavonana tertinggi pada 7 HSA terdapat pada aplikasi ekstrak daun tembelekan mencapai 67,50% dan terendah pada perlakuan mengkudu 35%. Persentase penghambat makan tertinggi pada 7 HSA terjadi pada aplikasi ekstrak daun tembelekan yaitu 84,58% dan yang paling rendah terdapat pada aplikasi ekstrak daun alpukat yaitu 70,94%. Persentase pupa yang muncul tertinggi terdapat pada ekstrak daun mengkudu yaitu 65% dan yang terendah pada ekstrak daun tembelekan yaitu 32,50%. Persentase imago yang muncul tertinggi terdapat pada ekstrak daun mengkudu yaitu 65% dan yang terendah pada aplikasi ekstrak tembelekan yaitu 32,50%. Dengan demikian, hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi ekstrak daun tembelekan lebih efektif dibandingkan aplikasi ekstrak daun sembung, jambu mede, alpukat dan mengkudu.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

EFIKASI BEBERAPA INSEKTISIDA NABATI DALAM MENGENDALIKAN HAMA CROCIDOLOMIA PAVONANA FABRICIUS DI LABORATORIUM (Mutia Aidia Nabilla, 2021)

PENGARUH CAMPURAN EKSTRAK BUAH MAHKOTA DEWA DAN KULIT BUAH JERUK PURUT TERHADAP MORTALITAS DAN PERKEMBANGAN CROCIDOLOMIA PAVONANA (F.) (DWIMA NADHILA, 2017)

PENGARUH CAMPURAN EKSTRAK BUAH MENGKUDU DAN BAWANG PUTIH TERHADAP MORTALITAS DAN PERKEMBANGAN SERANGGA CROCIDOLOMIA PAVONANA F (Rauzati, 2017)

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN SRIKAYA SAN PABLO (ANNANA RETICULATA) TERHADAP MORTALITAS HAMA ULAT KROP CROCIDOLOMIA BINOTALIS PADA TANAMAN SAWI (BRASSICA JUNCEA) DI GAMPONG BAROH, KECAMATAN MONTASIK KABUPATEN ACEH BESAR (Anna Fahneja, 2017)

PEMANFAATAN TEKNIK NANOEMULSI EاKSTRAK DAUN KETUMPANG (TRIDAX PROCUMBENS L.) SEBAGAI INSEKTISIDA ALAMI DALAM PENGENDALIAN ULAT KROP (CROCIDOLOMIA PAVONANA F.) PADA TANAMAN SAWI (NOOR AISAH RISKI WULANDARI, 2018)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy