PERAN PEMERINTAH KOTA BANDA ACEH DALAM MENGHADAPI ISU INTOLERANSI ANTAR UMAT BERAGAMA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

   

PERAN PEMERINTAH KOTA BANDA ACEH DALAM MENGHADAPI ISU INTOLERANSI ANTAR UMAT BERAGAMA


Pengarang

MASRUL - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1310103010112

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Politik (S1) / PDDIKTI : 67201

Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020

Bahasa

Indonesia

No Classification

306.6

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Isu intoleransi yang ditujukan terhadap Kota Banda Aceh, menjadi sebuah perdebatan setelah Setara institut mengeluarkan survei yang menyatakan bahwa Kota Banda Aceh merupakan salah satu kota yang intoleransi, dimana posisi banda Aceh menduduki nomor 2 pada tahun 2018 dengan disusul Jakarta dan tanjung balai. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan menganalisis sebab timbulnya isu intoleransi di Kota Banda Aceh dan Peran pemerintah Kota Banda Aceh dalam menagani isu intoleransi yang terjadi di Kota Banda Aceh. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara semi terstruktur terhadap lima informan. menentukan informan penelitian ini dilakukan berdasarkan kriteria penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Intoleransi tidak pernah terjadi di Kota Banda Aceh, faktanya para umat agama lain yang ada di Kota Banda Aceh masih bisa melaksanakan ibadahnya secara nyaman dan aman di rumah pribadinya masing-masing, yang tentunya telah mendapat izin remi dari pada pemerintah setempat. Adapun upaya pemerintahan Kota Banda Aceh dalam mengatasi isu intoleransi adalah dengan membentuk dan memfasilitasi wadah komutasi antar umat beragama yang ada di Kota Banda Aceh, serta memberikan edukasi kepada masyarakat sejak dini perlunya menjaga satu kesatuan perdamaian umat beragama yang ada di Kota Banda Aceh agar tidak terjadi konflik yang menjatuhkan korban jiwa hanya karena kesalah pemahaman antar umat beragama. Kesimpulan dari skripsi ini adalah Isu Intoleransi yang ditujukan kepada Kota Banda Aceh adalah hanya isu yang tidak dapat di buktikan kebenarannya, faktanya tidak ada bentuk nyata, secara terang-terangan tindakan dari masyarakat maupun pemerintah yang ingin mengusir umat beragama lain yang ada di Kota Banda Aceh.

Kata Kunci: Intoleransi, Isu, Banda Aceh, Pemerintah,

ABSTRACT

The issue of intolerance aimed at the city of Banda Aceh became a debate after the Setara institute issued a survey stating that Banda Aceh City was one of the cities that was intolerant, where Banda Aceh was ranked number 2 in 2018, followed by Jakarta and Tanjung Balai. This study aims to explain and analyze the causes of the issue of intolerance in the city of Banda Aceh and the role of the Banda Aceh city government in dealing with the issue of intolerance that occurs in the city of Banda Aceh. This type of research is a qualitative study using a descriptive approach. Data collection was carried out by semi-structured interviews with five informants. Determining the informants of this study was carried out based on the research criteria. The results show that intolerance has never occurred in Banda Aceh City, the fact is that other religious followers in Banda Aceh City can still carry out their worship comfortably and safely in their private homes, which of course has received permission from the local government. As for the efforts of the Banda Aceh City government in overcoming the issue of intolerance is to form and facilitate a forum for communication between religious communities in the city of Banda Aceh, as well as providing education to the community from an early age on the need to maintain a unity of peace for the religious community in Banda Aceh City so that it does not occur. Conflict that caused casualties only because of misunderstanding between religious communities. The conclusion of this thesis is that the issue of intolerance aimed at the city of Banda Aceh is only an issue that cannot be proven true, in fact there is no real form, openly actions from the public and the government who want to expel other religious communities in Banda Aceh City.

Keywords: Intolerance, Issues, Banda Aceh, Government,

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK