//

ANALISIS PENDAPATAN DAN EFISIENSI PEMASARAN KILANG PADI BLANG WEU DI DESA LAMBUNOT KECAMATAN SIMPANG TIGA KABUPATEN ACEH BESAR (STUDI KOMPARATIF BERAS MEDIUM CAP BULOG DAN CAP BW)

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Dina Meilisa - Personal Name

Abstrak/Catatan

Dina Meilisa "Analisis Pendapatan dan Efisiensi Pemasaran Kilang Padi Blang Weu di Desa Lambunot Kecamatan Simpang Tiga Kabupaten Aceh Besar (Studi Komparatif Beras Medium Cap Bulog Dan Cap BW)", di bawah bimbingan Dr.Ir. Safrida, M.Si sebagai pembimbing utama dan Dr.Ir. Sofyan M.Agric,Sc sebagai pembimbing kedua. Permasalahan dalam penelitian ini adalah : berapa besar pendapatan yang diterima oleh Kilang Padi Blang Weu dari beras medium Cap Bulog dan Cap BW, berapa besarnya nilai efisiensi pemasaran dari beras medium Cap Bulog dan Cap BW dan apa penyebab perbedaan pendapatan Kilang Padi Blang Weu dari kedua beras tersebut.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan yang diterima Kilang Padi Blang Weu dari beras medium Cap Bulog dan Cap BW, untuk mengetahui nilai efisiensi pemasaran dari beras medium Cap Bulog dan Cap BW, dan untuk mengetahui penyebab perbedaan pendapatan kilang padi dari kedua beras tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus (case study). Data dalam penelitian ini diperoleh melalui data primer yaitu melalui wawancara langsung dengan pengelola kilang padi. Sedangkan data skunder diperoleh dari instansi-instansi terkait, jurnal-jurnal ilmiah, studi kepustakaan, browsing internet, surat kabar dan artikel yang berkaitan dengan penelitian. Ruang lingkup penelitian hanya terbatas pada pendapatan kilang padi dari beras medium Cap Bulog dan Cap BW yang diproduksi dan nilai efisiensi pemasaran yang dilakukan pada kedua beras tersebut. Hal ini sangat berguna dalam peningkatan pendapatan industri kilang padi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan Kilang Padi Blang Weu jika ditinjau dari pendapatan per bulan dari beras medium Cap Bulog memang lebih besar dibandingkan dengan beras Cap BW. Hal ini dilihat dari pendapatan yang diperoleh dari beras Cap Bulog sebesar Rp 40.796.900 per bulan sedangkan beras Cap BW sebesar Rp 8.382.644 per bulan. Namun jika ditinjau dari pendapatan tiap ton beras Cap Bulog yaitu Rp 271.980 lebih rendah dibandingkan beras Cap Bw yang sebesar Rp 419.133 ,sehinngga beras medium Cap BW masih diusahakan oleh Kilang Padi Blang Weu. Dari segi pemasaran memperlihatkan bahwa pemasaran pada beras medium Cap Bulog lebih efisien daripada beras Cpa BW. Hal ini dilihat dari nilai efisiensi pemasaran (Ep) beras Cap Bulog sebesar 1 persen sedangkan nilai efisiensi pemasaran beras Cap BW sebesar 3,3 persen. Dari analisis deskripsi diperoleh bahwa hal yang menyebabkan terjadinya perbedaan pendapatan Kilang Padi Blang Weu dari beras medium Cap Bulog dan Cap BW yaitu perbedaan dari volume produksi, harga, lokasi pemasaran dan sistem pemasaran.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

TATANIAGA PADI DAN BERAS DI KABUPATEN PIDIE (Muhammad Rafil, 2021)

KAJIAN RANTAI PEMASARAN BERAS BLANG BINTANG DI KECAMATAN KUTA BARO KABUPATEN ACEH BESAR (Cut Nita Meutia, 2021)

PENGELOLAAN JARINGAN PASOK DAN NILAI TAMBAH EKONOMI (EVA) GABAH PADA KILANG PADI “AA” DI KECAMATAN SIMPANG TIGA KABUPATEN PIDIE (Miftahul Rauzah, 2015)

TINGKAT PENDAPATAN USAHA KILANG PADI DI GAMPONG COT YANG KECAMATAN KUTA BARO KABUPATEN ACEH BESAR. (Salwati.AR, 2016)

ANALISIS KINERJA RANTAI PASOK BERAS PADA KILANG PADI SKALA BESAR DI KABUPATEN BIREUEN (Naya Desparita, 2020)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy