TINJAUAN MODEL LANTAI OLAK BENDUNG KEUMALA KABUPATEN PIDIE | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

   

TINJAUAN MODEL LANTAI OLAK BENDUNG KEUMALA KABUPATEN PIDIE


Pengarang

Ridha Aulia Rahmah - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1504101010060

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Bendung Keumala terletak di Kecamatan Keumala Kabupaten Pidie dengan areal sawah yang diairi Sungai Krueng Baro seluas 11.950 Ha. Saat ini, Sungai Krueng Baro mengalami degradasi disebabkan adanya galian C yang tidak terkontrol. Disisi lain, banjir bandang yang pernah terjadi pada hulu DAS mengakibatkan terjadinya erosi dan kerusakan pada lantai olak. Kondisi ini dikhawatirkan akan berpengaruh pada konstruksi bagian hilir sungai. Maka dari itu perlu dilakukan penelitian untuk mengamati lansung kondisi aliran yang terjadi pada bendung dengan menggunakan beberapa variasi anak tangga pada bagian lantai olak. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh variasi jumlah anak tangga tersebut terhadap aliran di hilir bendung dengan melakukan pemodelan. Penelitian ini dilakukan pada model sungai dengan skala model distorsi yang menggunakan kesamaan sebangun kinematik. Debit yang digunakan adalah debit banjir model Q_2, Q_25, dan Q_100 dengan lima variasi anak tangga yaitu: dengan kondisi eksisting (dua anak tangga), tiga anak tangga, tiga anak tangga dengan penambahan blok halang pada ujung anak tangga, empat anak tangga, dan enam anak tangga. Model bendung dibuat di atas sebuah meja dengan ukuran 79, 5 x 79 x 76,5 cm. Pengamatan dilakukan sebanyak 15 kali running untuk seluruh variasi debit aliran dan anak tangga. Pengukuran kecepatan aliran menggunakan tabung pitot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan sudut pandang rasio kedalaman aliran (y1/y2) dan angka froude, variasi tiga anak tangga menunjukkan nilai lebih besar dibandingkan variasi lain. Berdasarkan sudut pandang panjang loncat air (Lj/y1) dan angka froude, variasi tiga anak tangga terlihat rasio panjang loncat air lebih besar dan dianggap sebagai tipe peredam energi yang lebih baik. Selain itu, berdasarkan sudut pandang rasio kedalaman aliran (y1/y2) dan disipasi energi terhadap kedalaman aliran sebelum loncat air (?E/y1) menunjukkan bahwa reduksi energi pada hampir semua tipe anak tangga memiliki nilai yang relatif sama seiring bertambahnya debit, kecuali pada tipe enam anak tangga. Variasi tipe tiga anak tangga menunjukkan nilai lebih besar dibandingkan variasi lain.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK