//

KAJIAN ETNOBOTANI TUMBUHAN OBAT DAN STATUS EKOLOGINYA DI KAWASAN CAGAR ALAM HUTAN PINUS JANTHO, ACEH BESAR

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang LIZA FADHILLAH - Personal Name

Abstrak/Catatan

Penelitian tentang etnobotani tumbuhan obat dan status ekologi di Kawasan Cagar Alam Hutan Pinus Jantho (CAHPJ), Aceh Besar bertujuan untuk mendapatkan jumlah jenis tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai bahan obat serta mendata cara penggunanan tumbuhan obat oleh masyarakat di sekitar Kawasan CAHPJ, dan menentukan status ekologi dari setiap jenis tumbuhan obat. Metode yang digunakan pada pengambilan data etnobotani adalah metode PRA (Participatory Rural Appraisal) yaitu melalui wawancara yang dilakukan secara semi struktural yang berpedoman pada sejumlah daftar pertanyaan. Pengambilan data ekologi dilakukan dengan metode survei eksploratif. Parameter untuk etnobotani tumbuhan obat adalah, jenis tumbuhan yang dimanfaatkan, jumlah individu setiap jenis, bagian tumbuhan yang digunakan, cara pengolahan, sedangkan parameter untuk ekologi adalah kerapatan jenis, keragaman jenis, dan status ekologi di Kawasan CAHPJ. Analisis data etnobotani dilakukan secara deskriptif yang disajikan dalam bentuk tabel dan gambar, sedangkan data ekologi dianalisis dengan menghitung Indek Nilai Penting (INP). Hasil penelitian diperoleh sebanyak 53 jenis tumbuhan dari 32 famili yang digunakan sebagai obat oleh masyarakat sekitar Kawasan CAHPJ. Jenis tumbuhan yang paling banyak digunakan adalah dari famili Fabaceae. Bagian yang paling banyak digunakan adalah daun. Pengolahan tumbuhan lebih banyak dilakukan dengan cara peremasan. Cara penggunaan hasil ramuan umumnya dilalukan dengan cara diminum. Masyarakat sekitar CAHPJ lebih sering mengambil tumbuhan obat di sekitar perkarangan rumah. Hasil survei ekologi di Kawasan CAHPJ terdapat 7 jenis tumbuhan obat berdasarkan hasil wawancara yang ditemukan di Kawasan CAHPJ dan 66 jenis dari 31 famili tumbuhan obat di Kawasan CAHPJ berdasarkan studi literatur. Alang-alang (Imperata cylindrica L.) merupakan jenis tumbuhan obat yang mendominasi di Kawasan CAHPJ, sedangkan tongkat ali (Eurycoma longifolia Jack) termasuk ke dalam jenis tumbuhan obat yang langka di Kawasan CAHPJ. Kata kunci: Cagar Alam Hutan Pinus Jantho, Etnobotani, Status ekologi, Tumbuhan Obat

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

ANALISIS KESESUAIAN HABITAT RUSA SAMBAR (CERVUS UNICOLOR KERR, 1792) DI KAWASAN CAGAR ALAM JANTHO ACEH BESAR (Dewi Sulma, 2017)

IDENTIFIKASI DAN STATUS EKOLOGI SPESIES TUMBUHAN ASING BERPOTENSI INVASIF DI KAWASAN CAGAR ALAM HUTAN PINUS JANTHO (CAHPJ), ACEH BESAR (HILMINA ITAWARNEMI, 2020)

PEMETAAN SEBARAN HUTAN PINUS EKSISTING BERDASARKAN POLA RUANG DAN ARAHAN FUNGSI KAWASAN DI KECAMATAN BLANGJERANGO KABUPATEN GAYO LUES (Reza Febri Pramanta, 2019)

KEANEKARAGAMAN JENIS BURUNG BERDASARKAN KETINGGIAN DI CAGAR ALAM HUTAN PINUS JANTHO, KABUPATEN ACEH BESAR (Erwin Al-Falah Zuhri, 2021)

ANALISIS PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN HUTAN PINUS (PINUS MERKUSII) MENJADI KEBUN SERAI WANGI (CYMBOPOGON NARDUS) (STUDI KASUS: KAMPUNG SEKUELEN, KAMPUNG PENOSAN, DAN KAMPUNG PEPARIK GAIB KECAMATAN BLANGJERANGO KABUPATEN GAYO LUES) (M. ICHWANUL AFGAN HTS, 2020)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy