ANALISIS EFEKTIVITAS KEBIJAKAN PENGELOLAAN ZAKAT DI NANGGROE ACEH DARUSSALAM | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

   

ANALISIS EFEKTIVITAS KEBIJAKAN PENGELOLAAN ZAKAT DI NANGGROE ACEH DARUSSALAM


Pengarang

Romi Juliansyah - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

9911113898

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Cut Firia Sari dengan judul skripsi " Analisis Perbandingan Pendapatan Usahatani Cabai Merah Antara Pola Tanam Tumpangsari dan Pola Tanam Moookultur di Kecamatan Seulimeum Kabupaten Aceh Besar " dengan pembimbing utama Bapak lr.M.Nassir hawy, M.S., dan pembimbing kedua Bapak. Lr. T. Makmur, M.Si
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis tingkat perbedaan pendapatan usahatani cabai merah antara pola tanam tumpangsari dan pola tanam monokultur di Kecamatan Seulimeum Kabupaten Aceh Besar.


Peneiitian ini dilaksanakan di Kecamatan Seulimeum Kabupaten Aceh Besar. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini dilakukan dengan secara sengaja (Purposive Sampling). Dengan objek penelitian ini adalah petani cabai merah yang menerapkan pola tanam tumpangsari dan petani yang menerapkan pola tanam monokultur. Telcnik pengambilan sampel dilakukan secara Simpel Random Sampling sebesar 10 % dari jumlah populasi petani pada kedua jenis pola tanam yaitu petani cabai merah yang menerapkan pola tanam tumpangsari dan pola tanam monokultur.


Pendapatan rata-rata petani cabai merah yang menerapkan pola tanam monokultur pendapatan bersihnya sebesar Rp.22.581.475,00dan per hektarnya Rp.77.867.155,17 sedangkan petani cabai merah yang menerapkan pola tanam tumpangsari pendapatannya Rp.12.54.900.00 1an per hektarnya Rp.48.245.769.23 ditambah dengan pendapatan dari bawang merah sebesar Rp.10.990.900,00dan per hektarnya Rp42.272.692,31 sehingga total pendapatan bersih yang petani yang menerapkan pola tanam tumpangsari adalah sebesar Rp. 23.534.800,00 dan per hektarnya Rp. 90.518.461,54 sehingga diperoleh nilai tar sebesar 20,5untuk pendapatan usahatani cabai merah pola tanam tumpangsari dan pola tanam monokultur sedangkan nilai t ate pada taraf kenyataan 0,95 sebesar 1,83 dengan demikian menunjukkan perbedaan yang nyata . Berarti petani cabai merah yang menerapkan pola tanam tumpangsari lebih besar pendapatannya dan lebih menguntungkan daripada petani cabai merah yang menerapkan pola tanam monokultur.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK