//

POTENSI ALELOPATI TUMBUHAN SEBAGAI BIOHERBISIDA TERHADAP PERTUMBUHAN GULMA BAYAM DURI (AMARANTHUS SPINOSUS L.).

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Gina Erida - Personal Name

Abstrak/Catatan

GINA ERIDA. Potensi Alelopati Tumbuhan sebagai Bioherbisida terhadap Pertumbuhan Gulma Bayam Duri (Amaranthus spinosus L.). Dibimbing oleh NURDIN, HASANUDDIN dan SYAFRUDDIN. Penggunaan herbisida sintetis yang terus-menerus akan memberi dampak yang tidak baik terhadap lingkungan. Dengan demikian perlu dicari alternatif pengendalian yang ramah lingkungan dengan memanfaatkan metabolit sekunder (alelopat) dari tumbuhan sebagai bioherbisida. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan tanaman yang paling berpotensi sebagai bioherbisida dan mengidentifikasi senyawa aktifnya. Penelitian ini menggunakan metode uji terpandu (bio- guided fractination method) terdiri dari 3 tahap penelitian: I. skrining sepuluh jenis tumbuhan yang berpotensi sebagai bioherbisida terdiri dari Acacia mangium Willd, Pinus merkusii Jungh.et de Vriese, Tectona grandis L.f., Terminalia catappa L., Jatropha curcas L., Imperata cylindrica L., Ageratum conyzoides L., Cyperus rotundus L., Chromolaena odorata L., dan Axonopus compressus (Swartz) Beauv terhadap pertumbuhan gulma Amaranthus spinosus L. Tahap II adalah menguji aktivitas dan mengidentifikasi senyawa aktif bioherbisida dari tanaman yang paling berpotensi sebagai bioherbisida pada tingkat fraksi dengan menggunakan pelarut yang berbeda tingkat kepolarannya. Tahap III dilanjutkan dengan uji aktivitas bioherbisida dari fraksi yang paling menghambat terhadap pertumbuhan gulma A. spinosus dengan melakukan fraksinasi menggunakan kromatografi kolom serta mengidentifikasi golongan senyawa aktifnya sebagai bioherbisida pada tingkat subfraksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa babadotan (A. conyzoides; Asteraceae) merupakan tanaman yang paling berpotensi sebagai bioherbisida. Aplikasi ekstrak metanol A. conyzoides konsentrasi 20% dapat menghambat pertumbuhan A. spinosus mencapai 100 % pada 7 Hari Setelah Aplikasi (HSA). Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa A. conyzoides mengandung senyawa terpenoid, fenolik dan steroid. Analisis Gas Chromatography – Mass Spectrometry (GC-MS), tiga senyawa mayor yang terkandung dalam daun A. conyzoides adalah senyawa 2h-1-benzopyran, 6,7-dimethoxy-2,2-dimethyl- (28,52%), ethanone, 1-(7-hydroxy-5-methoxy-2,2dimethyl-2h-1- benzopyran-6-yl)- (11,13%) dan dibutyl phthalate (10,64%). Tahapan berikutnya diperoleh bahwa fraksi etil asetat A. conyzoides konsentrasi 20% merupakan fraksi yang paling menghambat pertumbuhan A. spinosus pada 7 HSA. Hasil penelitian Tahap III menunjukkan bahwa fraksi etil asetat A.conyzoides subfraksi A konsentrasi 10% paling menghambat dan menyebabkan kematian gulma A. spinosus pada 7 HSA, diikuti dengan subfraksi B konsentrasi 10%. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa fraksi etil asetat A. conyzoides subfraksi A dan subfraksi B mengandung tanin dan steroid.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

POTENSI ALELOPATI TUMBUHAN SEBAGAI BIOHERBISIDA TERHADAP PERTUMBUHAN GULMA BAYAM DURI (AMARANTHUS SPINOSUS L.). (Gina Erida, 2020)

PENGARUH ALELOPATI BEBERAPA JENIS GULMA TERHADAP PERKECAMBAHAN BENIH BAYAM DURI (AMARANTHUS SPINOSUS L) (Mustawahab, 2020)

POTENSI ALELOPATI BEBERAPA GULMA SEBAGAI BIOHERBISIDA TERHADAP PERTUMBUHAN GULMA BAYAM DURI (AMARANTHUS SPINOSUS L.) (Farizah, 2017)

POTENSI ALELOPATI BEBERAPA TANAMAN TAHUNAN TERHADAP PERTUMBUHAN GULMA BAYAM DURI (AMARANTHUS SPINOSUS L.) (M. ENDY PRANANTA TARIGAN, 2016)

POTENSI ALELOPATI CAIRAN PERASAN GULMA SEBAGAI HERBISIDA HAYATI UNTUK MENGENDALIKAN GULMA PADA TANAMAN KEDELAI (GLYCINE MAX L.) (Aidil Amar, 2015)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy