ANALISIS PASAR KERJA DI PROVINSI ACEH PASCA TSUNAMI | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

   

ANALISIS PASAR KERJA DI PROVINSI ACEH PASCA TSUNAMI


Pengarang

Aminah - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0505102010069

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agribisnis (S1) / PDDIKTI : 54201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Permasalahan dalam peneltian ini untuk mengetahui bagaimana kah kondisi pasar kerja di Provinsi Aceh pasca tsunami . Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui beberapa faktor yang mempengaruhi pasar kerja di Provinsi Aceh. Tujuan tersebut dicapai dengan merumuskan model persama an simuJtan yang terdiri dari 3 persamaan struktural dan 1 persamaan identitas. Analisis ini menggunakan data time series tahun 1995-2008. Model diestimasi dengan metode 2SLS dan prosedur SYSLIN.


Hasil penelitian menunjukan bahwa dampak tsunami terhadap pasar kerja di Provinsi Aceh adalah terjadinya penurunan permintaan tenaga kerja clan penawaran tenaga kerja yang disebabkan oleh banyak usaha industri baik kecil, menengah, dan besar di Aceh mengalami rusak berat, sehingga menutup perusabaan serta jumlah angkatan kerja Aceh juga banyak yang menjadi korban. Upah minim um provinsi di Aceh setelab tsunami mengalami peningkatan yang diakibatkan karena banyaknya lembaga nasionaJ clan intemasional yang datang ke Aceh untuk melakukan kegiatan rehabilitasi dan rekonstruks i dengan memberikan upah yang tinggi kepada tenaga kerja, sehingga pendapatan masyarakat Aceh meningkat. Peningkatan pendapatan ini berdampak pada meningkatnya harga-harga (inflasi) yang secara langsung mempengaruhi peningkatan upab minim um. Dampak peningkatan upah minimum provinsi di Aceh menyebabkan terjadinya penurunan permintaan tenaga kerja dan meningkatkan penawaran tenaga kerja, sehingga menimbulkan pengangguran. Peningkatan investasi di Aceh menunjukkan bahwa terjadinya penurunan jumlab permintaan tenaga kerja, karena investasi yang dilakukan lebih berfokus pada investasi padat modaJ dibandingkan dengan investasi padat karya. Jumlah penduduk Aceh memiliki hubungan yang negatif terbadap penawaran tenaga kerja, karena jumlah penduduk Aceh sebagian besar tidak termasuk angkatan kerja (usia kerja).Dari hasil penelitian yang didapat maka dianjurkan kepada pemerintah Aceh untuk lebih fokus pada investasi padat karya dengan cara membuka lahan pertanian, misalnya agroindustri. Memperbaik.i sumber daya manusia (SDM) dengan cara melalui penyuluhan, pendidikan dan pelatihan, perbaikan gizi dan kesehatan, dan keselamatan kerja kepada penduduk Aceh. Jumlah penduduk yang surplus sebaiknya oleh pemerintah dapat mengambil kebijakan dimana sumber daya manusia yang berlebihan tersebut dapat dipergunakan untuk meningkatkan pembangunan perekonomian pasca tsunami. Dengan pertimbangan SDM tersebut harus tepat sasaran sesuai umur, pendidikan, serta keahlian.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK