PENGARUH DOSIS KOMPOS LIMBAH SERAI WANGI DAN JARAK TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH (ALLIUM ASCALONICUM L.) DI DATARAN TINGGI GAYO | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

   

PENGARUH DOSIS KOMPOS LIMBAH SERAI WANGI DAN JARAK TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH (ALLIUM ASCALONICUM L.) DI DATARAN TINGGI GAYO


Pengarang

WAHYUNI - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1505150010025

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agroteknologi (Gayo Lues) (S1) / PDDIKTI : 54212

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Wahyuni Pengaruh Dosis Kompos Limbah Serai Wangi Dan Jarak Tanam Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Bawang Merah (Allium Ascalonicum L.) Di Dataran Tinggi Gayo di bawah bimbingan Elly Kesumawati sebagai ketua dan Erita Hayati sebagai anggota.



RINGKASAN


Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura potensial yang mempunyai nilai ekonomi dan permintaan pasar yang tinggi. Kebutuhan masyarakat akan bawang merah semakin meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk. Oleh karena itu perlu dilakukan usaha untuk meningkatkan produksi bawang merah melalui tindakan agronomis. Perbaikan tindakan agronomis yag diperlukan untuk meningkatkan hasil bawang merah diantaranya dengan pemupukan yang memanfaatkan kompos limbah serai wangi yang dapat menambah unsur hara pada tanaman dan mampu meningkatkan pertumbuhan pada tingkat kesuburan tanah yang rendah, pengaturan jarak tanam, dan pemeliharaan yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis kompos limbah serai wangi dan jarak tanam serta interaksi diantara kedua faktor tersebut terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah.
Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tampeng Kecamatan Kutapanjang Kabupaten Gayo Lues dan Laboratorium IPA Kampus PSDKU Gayo Lues. Penelitian ini dilaksanakan bulan Juli sampai dengan November tahun 2019. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah dosis kompos limbah serai wangi terdiri dari 4 taraf yaitu, kontrol, 5 ton ha-1, 10 ton ha-1dan 15 ton ha-1. Faktor kedua adalah jarak tanam yang terdiri dari 3 taraf yaitu, 20 cm x 15 cm, 20 cm x 20 cm, dan 20 cm x 25 cm. Secara keseluruhan perlakuan terdapat 12 kombinasi dengan 3 kali ulangan, sehingga diperoleh 36 unit percobaan, yang masing-masing terdiri dari 5 tanaman sampel. Parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman umur 15, 30, dan 45 HST, jumlah umbi per rumpun, diameter umbi, berat berangkasan basah umbi per rumpun, berat basah umbi per rumpun, berat berangkasan kering umbi per rumpun, berat kering umbi per rumpun, hasil plot netto, dan potensi hasil.
Perlakuan dosis kompos limbah serai wangi berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman umur 30 HST, jumlah umbi per rumpun, diameter umbi, berat berangkasan basah umbi per rumpun, berat basah umbi per rumpun, berat berangkasan kering umbi per rumpun, berat kering umbi per rumpun, hasil plot netto, dan potensi hasil. Pertumbuhan dan hasil terbaik tanaman bawang merah dijumpai pada dosis kompos limbah serai wangi 10 ton ha-1. Perlakuan jarak tanam berpengaruh sangat nyata terhadap hasil plot netto dan potensi hasil. Pertumbuhan dan hasil terbaik tanaman bawang merah diperoleh pada jarak tanam 20 cm x 15 cm. Tidak terdapat interaksi yang nyata antara dosis kompos limbah serai wangi dan jarak tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK