ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB INFLASI PASCA TSUNAMI DI NANGGROE ACEH DARUSSALAM | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

   

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB INFLASI PASCA TSUNAMI DI NANGGROE ACEH DARUSSALAM


Pengarang

Mufdhiati - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0101101010066

Fakultas & Prodi

Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Ekonomi Pembangunan (S1) / PDDIKTI : 60201

Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala.,

Bahasa

Indonesia

No Classification

332.41

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini mengkaji permasalahan tentang pengaruh harga bahan bakar minyak dan Produk. Domestik Regional Bruto terhadap tingkat inflasi di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui perkembangan tingkat inflasi, harga bahan bakar minyak dan Produk Domestik. Regional Bruto serta menganalisis pengaruh harga bahan bakar minyak dan Produk. Domestik Regional Bruto terbadap tingkat inflasi di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam pasca gempa dan tsunami.
Penelitian ini dilakukan di Provinsi NAD khususnya selama tahun 2005 -2008 dengan menggunakan data sekunder yang diambil dari Badan Pusat Statistik Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Kantor Bank Indonesia Banda Aceh dan literatur-literatur lain yang berhubungan dengan penelitian ini. Data dianalisis secara kualitatif dengan menggunakan konsep-konsep teoritis dan secara kuantitatif dengan peralatan statistik regresi linear berganda menggunakan program SPSS version 14.00 melalui konsep t-test dan F-test.
Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat disimpulkan sebagai berikut hasil estimasi menunjukkan bahwa perubahan harga bahan bakar minyak dan PDRB berpengaruh positif dan signifikan terhadap laju inflasi yang ditandai dengan perolehan masing-masing t-hitung > t-tabel yaitu 3,293 > 2,179 dan 2,402 > 2,179.
Koefisien determinasi (R) adalah 0,863 artinya perubahan harga BBM dan perubahan PDRB dapat menjelaskan variasi perubahan tingkat inflasi di Provinsi NAD sebesar 86,30 persen sedangkan sisanya 13,70 persen dijelaskan oleh faktor lain seperti sosial ekonomi, politik dan kebijakan pemerintah, dimana tidak dianalisis pada penelitian ini.
Berdasarkan hasil penelitian ini maka diharapkan masalah laju inflasi perlu ditangani oleh pemerintah secara bijaksana, konsisten dan konsekuen melalui kebijakan-kebijakan Pemerintah Daerah Provinsi NAD dalam bidang perdagangan dan sosial ekonomi; yaitu dengan pengendalian harga barang dan jasa serta bagi Pemerintah Pusat supaya lebih hati-hati dalam mengambil kebijakan menaikkan harga minyak..










Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK