//

EFEKTIVITAS FUNGISIDA NABATI TERHADAP PENGENDALIAN PHYTOPHTHORA PALMIVORA BUTL. MELALUI PERLAKUAN BENIH PADA TANAMAN KAKAO (THEOBROMA CACAO L.)

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang KHAIRUNNISA - Personal Name

Abstrak/Catatan

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis dan konsentrasi fungisida nabati serta interaksi antara keduanya terhadap efektivitas pengendalian P. palmivora melalui perlakuan benih pada tanaman kakao. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Darussalam Banda Aceh. Penelitian ini berlangsung pada bulan Februari sampai Agustus 2020. Rancangan yang digunakan pada percobaan 1 dan 2 adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 2 x 7 dengan 3 ulangan. Sehingga terdapat 14 kombinasi perlakuan dan 42 unit percobaan. Pada percobaan 3 rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 2 x 7 dengan 2 ulangan. Sehingga terdapat 14 kombinasi perlakuan dan 28 unit percobaan. Faktor yang diteliti pada penelitian ini terdiri dari dua faktor. Faktor pertama yaitu jenis fungisida nabati yang terdiri dari 2 taraf minyak cengkeh dan minyak kunyit, dan faktor kedua yaitu konsentrasi fungisida nabati yang terdiri dari 7 taraf 0,00%, 0,02%, 0,04%, 0,06%, 0,08%, 0,10% dan 0,12%. Parameter yang diamati adalah daya hambat, laju penghambatan pertumbuhan koloni patogen, potensi tumbuh maksimum, daya berkecambah, indeks vigor, kecepatan tumbuh relatif, keserempakan tumbuh, waktu yang dibutuhkan untuk mencapai 50% perkecambahan dan kejadian penyakit pada bibit kakao. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas pengendalian P. palmivora secara in vitro terbaik dijumpai pada jenis fungisida nabati minyak cengkeh dengan nilai daya hambat 77,82%. Efektivitas pengendalian P. palmivora secara in vitro terbaik dijumpai pada konsentrasi 0,12% dengan nilai daya hambat 83,52% dan nilai laju penghambatan pertumbuhan koloni patogen 0,05 cm hari-1. Efektivitas pengendalian P. palmivora pada kejadian penyakit bibit kakao yang baik dijumpai pada konsentrasi 0,10% dan 0,12% dengan nilai persentase kejadian penyakit 40,00% dan 35,00%. Interaksi antara jenis dan konsentrasi fungisida nabati yang baik dijumpai pada perlakuan fungisida nabati minyak cengkeh konsentrasi 0,06% dengan nilai daya hambat 99,26%, konsentrasi 0,08%, 0,10% dan 0,12% dengan masing-masing nilai daya hambat 100%, sedangkan pada parameter laju penghambatan pertumbuhan koloni patogen P. palmivora yang baik dijumpai pada perlakuan jenis fungisida nabati minyak cengkeh konsentrasi 0,04% dengan nilai laju penghambatan pertumbuhan koloni patogen 0,05 cm hari-1, konsentrasi 0,06%, 0,08%, 0,10% dan 0,12% dengan masing-masing nilai laju penghambatan koloni patogen 0,00 cm hari-1. Kata kunci: cengkeh, fungisida nabati, konsentrasi, kunyit This study aims to determine the effect of the type and concentration of biofungicide and the interaction between the two on the effectiveness of P. palmivora control through seed treatment of cocoa plant. The research was conducted at the Seed Science and Technology Laboratory of the Department of Agrotechnology, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, Banda Aceh. The research took place in February to August 2020. The research used a Completely Randomized Design (CRD) factorial pattern of 2 x 7 with 3 replications for experiments 1 and 2. Thus, there are 14 treatment combinations and 42 experimental units. In experiment 3, the design used a Completely Randomized Design (CRD) 2 x 7 factorial pattern with 2 replications. Therefore, there are 14 treatment combinations and 28 experimental units. The factors examined in this study covered two factors. The first factor consisted of 2 levels, namely the type of biofungicide consisting of clove oil and turmeric oil. The second factor was 7 levels of concentration of biofungicide, covering 0.00%, 0.02%, 0.04%, 0.06%, 0.08%, 0.10% and 0.12%. The parameters observed in this research was the percentage of growth inhibition, the rate of inhibition of growth of pathogenic colonies, maximum growth potential, germination capasity, vigor index, relative growth speed, growth simultaneity, the required time to reach 50% of germination and incidence of cocoa plant diseases. The results showed that the best in vitro control effectiveness of P. palmivora was found in clove oil biofungicide with an inhibitory value of 77.82%. The best in vitro control effectiveness of P. palmivora was found at a concentration of 0.12% with an inhibitory value of 83.52% and a value of growth inhibition rate of pathogenic colonies 0.05 cm day-1. The effectiveness of P. palmivora control on the incidence of good cocoa seed disease was found at concentrations of 0.10% and 0.12% with the percentage of disease incidence values of 40.00% and 35.00%. The best interactions between types and concentrations of biofungicide were found in clove oil biofungicide treatment with a concentration of 0.06% with an inhibitory value of 99.26%, concentration of 0.08%, 0.10% and 0.12% with each inhibitory value of 100%. Whereas the rate of growth inhibition parameters of pathogenic P. palmivora colonies was found in the treatment of clove oil with concentration of 0.04% with a value of growth inhibition rate of pathogenic colonies 0.05 cm day-1, concentration of 0.06%, 0.08%, 0.10% and 0.12% with each value of growth inhibition rate of pathogenic colonies pathogen 0.00 cm day-1. Keywords: cloves, biofungiscide, concentration, turmeric

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

APLIKASI SUSPENSI PELET TRICHODERMA HARZIANUM SEBAGAI AGEN PENGENDALIAN HAYATI (APH) PENYAKIT HAWAR DAUN (PHYTOPHTHORA PALMIVORA) PADA BIBIT KAKAO. (Yulfa Sari Tarigan, 2017)

APLIKASI FORMULASI CAIR TRICHODERMA HARZIANUM DAN TRICHODERMA VIRENS SEBAGAI AGEN PENGENDALI HAYATI (APH) PENYAKIT HAWAR DAUN (PHYTOPTHORA PALMIVORA) PADA BIBIT KAKAO (DESI ARIDA, 2019)

PENGARUH LOKASI SUMBER ISOLAT RIZOBAKTERI TERHADAP DAYA HAMBAT PERTUMBUHAN KOLONI (PHYTOPTHORA PALMIVORA) PATOGEN PENYEBAB BUSUK BUAH KAKAO (THEOBROMA CACAO L.) SECARA IN VITRO (Ricka Rizkiana, 2019)

PERLAKUAN BENIH MENGGUNAKAN FUNGISIDA NABATI TERHADAP PENGENDALIAN BEBERAPA PATOGEN SECARA IN VITRO DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERKECAMBAHAN BENIH TOMAT (SOLANUM LYCOPERSICUM L.) (Haritsa Adli Putri, 2017)

PERILAKU SEMUT RANGRANG (OECOPHYLLA SMARAGDINA) DALAM PENGENDALIAN HAMA PADA BUAH KAKAO (THEOBROMA CACAO) DI PERKEBUNAN KAKAO GAMPONG DEE KECAMATAN TRIENGGADENG KABUPATEN PIDIE JAYA (Nur Mayaliza, 2014)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy