KEKALAHAN PARTAI GOLKAR DI DAPIL 4 KOTA BANDA ACEH PADA PEMILU TAHUN 2019 | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

   

KEKALAHAN PARTAI GOLKAR DI DAPIL 4 KOTA BANDA ACEH PADA PEMILU TAHUN 2019


Pengarang
Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1510103010051

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Politik (S1) / PDDIKTI : 67201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Pemilu Legislatif tahun 2019 perolehan suara Partai Golkar meningkat menjadi 1529 dibandingkan dengan Pemilu Legislatif tahun 2014 yang hanya meraih 1031 suara. Meskipun suara meningkat, Partai Golkar masih mengalami kekalahan di daerah pemilihan (Dapil) 4 Kota Banda Aceh tersebut sejak pemilu tahun 2009, 2014, dan 2019. Kekalahan yang dialami Partai Golkar pada Pemilu Legislatif tahun 2019 tidak terlepas dari penerapan proses rekrutmen caleg partai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana penerapan proses rekrutmen yang dilakukan oleh Partai Golkar serta untuk mengetahui faktor penyebab kekalahan Partai Golkar di dapil 4 Kota Banda Aceh pada Pemilu tahun 2019. Adapun pendekatan penelitian yang dilakukan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem rekrutmen caleg yang dilakukan Partai Golkar menggunakan pola informal atau tertutup dan metode penyortiran terhadap skala prioritas. Selain itu juga faktor penyebab kekalahan kekalahan Partai Golkar di dapil 4 Kota Banda Aceh pada Pemilu tahun 2019 antara lain: Figur caleg Partai Golkar yang tidak kompeten, image Partai Golkar sebagai pendukung Jokowi dan penista agama, serta minimnya cost politik caleg Partai Golkar. Berdasarkan temuan tersebut disimpulkan bahwa proses rekrutmen politik yang dilakukan oleh Partai Golkar dengan pola tertutup dan metode penyortiran terhadap skala prioritas adalah sudah sesuai sebagai upaya untuk mempertahankan sistem pengkaderan Partai Golkar, namun yang menjadi faktor kekalahan Partai Golkar adalah dikarenakan Partai Golkar tidak menjalankan strategi marketing politik. Dengan kondisi tersebut, Partai Golkar pada Pemilu Legislatif kedepan harus menyiapkan Marketing politiknya.

Kata kunci: Partai Golkar, Rekrutmen Politik, Marketing Politik

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK