EFEKTIVITAS KOMUNIKASI INTERPERSONAL DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR ANTARA GURU DENGAN SISWTUNAGRAHITA (KETERBELAKANGAN MENTAL) DI SDLB NEGERI BAMBI KABUPATEN PIDIE | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

   

EFEKTIVITAS KOMUNIKASI INTERPERSONAL DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR ANTARA GURU DENGAN SISWTUNAGRAHITA (KETERBELAKANGAN MENTAL) DI SDLB NEGERI BAMBI KABUPATEN PIDIE


Pengarang

Fazil Hidayani - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0710102010082

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Komunikasi(S1) / PDDIKTI : 70201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana efektivitas komunikasi interpersonal dalam proses belajar mengajar antara guru dengan siswa tunagrahita, dan untuk mengetahui hambatan apa saja yang terjadi selarna proses belajar mengajar berlangsung antara guru dengan siswa tunagrahita serta upaya guru untuk mengatasi harnbatan tersebut di SDLB Negeri Bambi Kabupaten Pidie. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuaJitatif dengan teknik wawancara, observasi dan studi kepustakaan. Wawancara dilakukan dengan empat orang guru yang aktif mengajar dan mendidik siswa tunagrahita di SDLB Negeri Bambi Kabupaten Pidie. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses komunikasi interpersonal dalam kegiatan belajar mengajar antara guru dengan siswa tunagrahita di SDLB Negeri Bambi dapat dikatagorikan efektff. Keefektifan komunikasi interpersonal dalam proses belajar mengajar antara guru dengan siswa tunagrahita ditinjau dari indikator keterbukaan, empati, sikap supportif (dukungan), sikap positif dan kesetaraan. Dalam penyampaian pesan antara guru dengan siswa tunagrahita terdapat tiga hambatan antara lain: hambatan semantik, intelektual dan fisiologis. Upaya yang dilakukan oleh guru untuk mengatasi hambatan komunikasi interpersonal dalam proses belajar mengajar yaitu dengan menggunakan metode-metode dan media pembelajaran yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan siswa, penggunaan bahasa yang sederhana dan jelas dalam menyampaikan pesan serta mendorong siswa dalam bentuk motivasi seperti memberi pujian dan hadiah atas keberhasilan yang telah dicapai oleh siswa. Untuk mendapatkan umpan balik (feedback) dari siswa guru harus melakukan pengulangan pesan. Komunikasi yang terjalin antara guru dengan siswa tunagrahita dalam proses belajar mengajar yaitu komunikasi interpersonal dengan menggunakan pendekatan individual.



Kunci : Efektivitas Komunikasi Interpersonal, Proses Belajar Mengajar, Guru dan Siswa Tunagrahita

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK