ESTIMASI KEBUTUHAN TULANGAN BALOK LANTAI 2 DAN BALOK LANTAI 3 PADA BANGUNAN GEDUNG KANTOR DITLANTAS POLDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

   

ESTIMASI KEBUTUHAN TULANGAN BALOK LANTAI 2 DAN BALOK LANTAI 3 PADA BANGUNAN GEDUNG KANTOR DITLANTAS POLDA ACEH


Pengarang

Fadhlul Munawar - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1604001010064

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (D3) / PDDIKTI : 22401

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Gedung adalah wujud fisik dari hasil pekerjaan konstruksi yang menyatu dengan
tempat kedudukannya, memiliki komponen struktural terdiri dari pondasi, sloof
beton, kolom, plat lantai, balok lantai, dan tangga. Salah satu dari pekerjaan
gedung adalah pekerjaan balok lantai yaitu merupakan bagian struktur yang
digunakan sebagai dudukan lantai dan pengikat kolom lantai atas. Fungsinya
adalah sebagai rangka penguat horizontal bangunan akan beban-beban. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui nilai kebutuhan tulangan pada pekerjaan balok
lantai 2 dan balok lantai 3 dan juga membandingkan dengan perhitungan
kontraktor pelaksana. Proses penelitian diawali dengan pengumpulan data
sekunder pada gedung yang terdiri dari gambar bestek bangunan dan Rencana
Anggaran Biaya (RAB). Adapun tahapan pengolahan data terdiri dari menghitung
volume tulangan pokok, menghitung volume tulangan sengkang. Dari hasil
analisis diperoleh informasi bahwa kebutuhan tulangan balok lantai 2 terdapat
selisih terbesar pada BL2 dengan tulangan D22 sebesar 2936,52 kg, dengan
persentase sebesar 37,6 %, dan selisih terkecil terdapat pada BL3 dengan tulangan
D13 sebesar -146,78 kg, dengan persentase sebesar -15,3 %. Sedangkan untuk
balok lantai 3 terdapat selisih terbesar pada BL2 dengan tulangan D22 sebesar
6641,79 kg, dengan persentase sebesar 136,9 %, dan selisih terkecil terdapat pada
BL3 dengan tulangan D13 sebesar -272,73 kg, dengan persentase sebesar -38,5 %.
Hasil positif menunjukkan bahwa perhitungan penulis lebih besar dari
perhitungan kontraktor pelaksana, sebaliknya untuk hasil negatif perhitungan
penulis lebih kecil dari perhitungan kontraktor pelaksana Hasil perbandingan
memperlihatkan bahwa kebutuhan tulangan balok lantai 2 terdapat selisih rata-rata
sebesar 669,47 kg dengan persentase 9,1 % dan untuk balok lantai 3 terdapat
selisih rata-rata 1144,56 kg

dengan persentase 10,3 % dengan hasil perhitungan
kontraktor pelaksana.
Kata kunci : kebutuhan tulangan, gedung, balok


v

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK