//

PERSEPSI STATEMENT TAKERS TERHADAP PENGUNGKAPAN KEBENARAN KONFLIK ACEH

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Nailur Rahmah - Personal Name

Abstrak/Catatan

ABSTRAK Konflik yang terjadi di Aceh sejak tahun 1976 sampai tahun 2005 menimbulkan korban yang mencapai 30.000 jiwa. Konflik Aceh berakhir damai dengan ditandatanganinya Memorandum of Understanding (MoU) di Helsinki yang mana salah satu mandatnya ialah mewujudkan reintegrasi Aceh dan keadilan transisi bagi penyintas konflik yang diwujudkan melalui pengungkapan kebenaran konflik Aceh. Pengungkapan kebenaran dilaksanakan oleh statement takers yang turun langsung ke lapangan untuk menjumpai penyintas konflik, namun hal ini berisiko bagi statement takers untuk mengalami dampak psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi statement takers terhadap pengungkapan kebenaran konflik Aceh yang dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan eksploratif. Sebanyak empat orang statement takers yang terlibat dalam pengungkapan kebenaran konflik Aceh telah terpilih menjadi responden penelitian, yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling, serta pengumpulan data penelitian dengan menggunakan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa statement takers mengalami: (1)Reaksi emosional berupa kesedihan berkepanjangan karena sering mendengar pernyataan penyintas; (2)Terbebani secara moral karena pengungkapan kebenaran belum menjamin perbaikan kehidupan penyintas di masa mendatang; (3)Mengalami dampak fisik seperti kelelahan; (4)Mengalami dampak psikologis berupa mimpi buruk. Namun, pengungkapan kebenaran dinilai tepat untuk pemulihan sosial dan psikologis penyintas karena sesuai dengan nilai moral dan budaya masyarakat Aceh. Kesimpulan penelitian ialah pengungkapan kebenaran konflik menjadi tindakan preventif agar konflik tidak terjadi lagi, sehingga pengungkapan kebenaran tetap dilaksanakan demi mewujudkan keadilan transisi bagi penyintas dan tetap memerhatikan dampak negatif yang ditimbulkan pada statement takers. Kata kunci: Persepsi, Pengungkapan kebenaran, Konflik Aceh, Statement takers. ABSTRACT The Aceh conflict that occurred from 1976 to 2005 caused victim reach 30,000 lives. This conflict ended peacefully with the signing of a Memorandum of Understanding (MoU) in Helsinki with one of its mandates is to establish the reintegration of Aceh and transitional justice for survivors of conflict which was conducted through the truthful disclosure of the Aceh conflict. Disclosure of truth is carried out by statement takers who directly meet conflict survivors, but this process has a risk to psychological effects. This study aims to know the perception of statement takers towards truth disclosure of Aceh conflict. This study used qualitative method with an exploratory approach. A total of four statement takers involved in truth disclosure of Aceh conflict had selected as research respondents using purposive sampling techniques, and research data collected with interview. The results showed that the statement takers experienced: (1) Emotional reactions in the form of prolonged sadness because they often hear the statement of survivors; (2) Morally burdened because the disclosure of the truth does not guarantee the improvement of survivors' lives in the future; (3) Physical effects such as fatigue, (4) Psychological effects in the form of nightmare. However, disclosure of the truth is considered appropriate for the social and psychological recovery of survivors because it is in accordance with the moral and cultural values of the people of Aceh. The conclusion of the research is that the disclosure of the truth of the conflict becomes a preventive measure so that the conflict does not happen again, so that the disclosure of the truth must be carried out in order to realize transitional justice for the survivors and continue to pay attention to the negative impacts caused to the statement takers. Keywords: Perception, Disclosure of truth, Aceh Conflict, Statement takers.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

PERSEPSI PEMANGKU KEPENTINGAN TERHADAP PENGUNGKAPAN KEBENARAN KONFLIK ACEH (FITRI AULIANI, 2021)

PERSEPSI PENYINTAS KONFLIK ACEH TERHADAP PROSES PENGUNGKAPAN KEBENARAN (MUTIARA RAMADHAN, 2020)

PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KONFLIK BUAYA MUARA (CROCODYLUS POROSUS) DENGAN MANUSIA DI DESA KILANGAN KABUPATEN ACEH SINGKIL (Raudhatin, 2020)

ANALISIS KONFLIK MANUSIA DENGAN GAJAH SUMATERA (ELEPHAS MAXIMUS SUMATRANUS)DI KECAMATAN PEUNARON KABUPATEN ACEH TIMUR (Fahmy Armanda, 2017)

ANALISIS SOCIAL RESPONSIBILITY DISCLOSURE PADA PERBANKAN SYARIAH BERDASARKAN GLOBAL REPORTING INITIATIVE INDEX DAN ISLAMIC SOCIAL REPORTING INDEX (NAILUL KHARISMA, 2016)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy