//

KUAT LENTUR PAPAN SEMEN GIPSUM DENGAN SUBSTITUSI SERAT ABAKA FLEXURAL STRENGTH OF GIPSUM CEMENT BOARD WITH ABACA FIBERS SUBSTITUTION

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang M. RIZKY DHARMAWAN - Personal Name

Abstrak/Catatan

Perkembangan papan semen berserat dewasa ini banyak diminati oleh masyarakat. Salah satunya papan semen yang menggunakan campuran gipsum. Penggunaan gipsum bertujuan agar papan menjadi lebih ringan. Papan semen berserat hadir untuk mengatasi permasalahan papan triplek yang tidak ramah lingkungan karena bisa membuat kelestarian hutan menjadi rusak. Oleh karena itu, pada penelitian ini digunakan serat alami berupa serat abaka sebagai bahan penyusun dan penguat papan semen gipsum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisis maupun kuat lentur papan semen gipsum dengan substitusi serat abaka. Dalam penelitian ini, papan semen gipsum komersial merek Kalsiboard digunakan sebagai pembanding, sedangkan 0,0% sebagai kontrol. Persentase serat abaka yang digunakan dengan variasi 0,0%, 1,0%, 2,0% 3,0% dan 4,0% dari berat semen. Adapun rasio air terhadap campuran adalah sebesar 0,6. Benda uji papan semen gipsum yang dibuat berukuran 50 x 40 x 1 cm3 yang dipotong dengan ukuran berbeda-beda sesuai dengan pengujian. Pengujian dilakukan terhadap sifat fisis dan mekanik papan gipsum. Masing-masing pengujian dibuat sebanyak 3 buah benda uji untuk setiap variasi, sehingga jumlah total benda uji seluruhnya adalah 75 buah. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan papan semen gipsum menggunakan serat abaka menghasilkan nilai kuat lentur yang lebih baik dibandingkan papan semen gipsum tanpa serat abaka, namun nilai kuat lenturnya masih rendah dibandingkan papan Kalsiboard. Nilai kuat lentur optimum adalah 38,577 Kg/cm2 yang dihasilkan oleh papan dengan substitusi serat 2,0%, jika dibandingkan dengan papan substitusi serat 0,0%, maka papan dengan substitusi 2,0% menghasilkan nilai yang lebih baik, sedangkan nilai kuat lentur papan semen Kalsiboard adalah 136,877 Kg/cm2. Densitas tertinggi 1,254 gram/cm3 dan terendah 1,068 gram/cm3, termasuk papan berkerapatan tinggi. Kadar air tertinggi 14,907% dan terendah 13,679%, tidak memenuhi standar karena lebih dari 13%. Penyerapan air tertinggi 22,238% dan terendah 15,149%, memenuhi standar di bawah 35%. Pengembangan tebal tertinggi 1,695% dan terendah 0,463%, memenuhi standar di bawah 10%. The development of fibers cement boards today is in great demand by the public. One of them is a cement board that uses gypsum mixture. This aims to make the board lighter. Fibers cement board is present to overcome the problem of plywood boards that are not environmentally friendly because it can make forest sustainability damaged. Therefore, in this study natural fibers in the form of abaca fibers are used as a constituent and reinforcement of gipsum cement board. This study aims to determine the physical properties and flexural strength of gipsum cement board with abaca fibers substitution. In this study, the Kalsiboard commercial gipsum cement board was used as the standard of comparison, while 0% as a control. The percentage variation of abaca fibers used were 0%, 1.0%, 2% 3% and 4% by weight of cement. The ratio of water to gipsum was 0.6. Gipsum cement board specimens were made measuring 50 x 40 x 1 cm3 which was cut in various sizes according to the testing. Tests carried out on physical and mechanical properties of gipsum cement board. Each test consists of three specimens for each variation, so the total number of specimens was 75 pieces. The results obtained from this study indicate that gipsum cement board using abaca fibers produce better flexural strength value than gipsum cement board without abaca fibers, but the flexural strength value is still low compared to Kalsiboard board. The optimum values of flexural strength was 38,577 Kg/cm2 produced by board with fibers substitution of 2%, if compared with a 0% board, a 2% substitution board produces a better value, while the value of the flexural strength of the Kalsiboard was 136,877 Kg / cm2. The highest density was 1,254 gram / cm3 and the lowest density was 1,068 gram / cm3, including high density board. The highest moisture content was 14,907% and the lowest moisture content was 13,679%, this value was not fulfilled the standard because it was more than 13%. The highest water absorption was 22,238% and the lowest water absorption was 15,149%, this value was fulfilled the standard below 35%. The highest thickness development was 1,695% and the lowest thickness development was 0,463%, was fulfilled the standard below 10%.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

KUAT LENTUR PAPAN SEMEN DENGAN SUBSTITUSI SERAT ABAKA FLEXURAL STRENGTH OF CEMENT BOARD WITH ABACA FIBERS SUBSTITUTION (RIZKI RAHMADTULLAH, 2020)

KUAT LENTUR PAPAN GYPSUM DENGAN SUBSTITUSI SERAT ABAKA (Safinatun Najah, 2020)

PENGARUH PENAMBAHAN GIPSUM TERHADAP KARAKTERISTIK BATA RINGAN BERBAHAN DASAR TANAH DIATOMAE (PUTRI ADNIN, 2018)

KINERJA BETON PADA PERKERASAN KAKU DENGAN SUBSTITUSI POZZOLAN (HARISUDDIN, 2021)

PENGARUH JUMLAH LAPISAN SERAT ABAKA SEBAGAI MATERIAL KOMPOSIT NATURAL FIBER REINFORCED POLYMER (NFRP) UNTUK PERKUATAN GESER PADA BALOK BETON BERTULANG (Kiki Setiawan, 2020)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy