//

PERTIMBANGAN DALAM PEMINDAHAN NARAPIDANA YANG SEDANG MENJALANI HUKUMAN PENJARA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIA LHOKSEUMAWE

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang FARAH RAHMATILLAH - Personal Name

Abstrak/Catatan

ABSTRAK FARAH RAHMATILLAH, PERTIMBANGAN DALAM PEMINDAHAN 2020 NARAPIDANA YANG SEDANG MENJALANI HUKUMAN PENJARA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIA LHOKSEUMAWE Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (vii, 73)., pp., tabl., bibl. Ainal Hadi, S.H., M.Hum., Dalam Pasal 16 ayat (1) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 Tentang Pemasyarakatan, dinyatakan bahwa Narapidana dapat dipindahkan dari satu Lapas ke Lapas lainnya. Pemindahan yang dilakukan tidak sepenuhnya berpedoman pada Pasal 53 PP Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pembinaan dan Pembimbingan Warga Binaan Pemasyarakatan, dimana narapidana dipindahkan dengan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada narapidana yang bersangkutan. Kemudian narapidana yang melakukan pelanggaran disiplin berat sepatutnya dimasukkan ke dalam sel pengasingan tidak dilaksanakan sedemikian rupa, narapidana tersebut dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan lain, yang mana dalam Pasal 15 Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 6 Tahun 2013 tentang Tata Tertib LAPAS dan RUTAN menyebutkan bahwa sebelum dijatuhkan hukuman disiplin hendaknya narapidana mendapatkan tindakan disiplin terlebih dahulu berupa dimasukkan ke dalam sel pengasingan maksimal selama 6 hari. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dasar pertimbangan pemindahan narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Lhokseumawe, hambatanhambatan yang dihadapi dalam melakukan pemindahan narapidana, dan akibat yang ditimbulkan setelah dilakukannya pemindahan narapidana. Penelitian ini adalah yuridis empiris. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mewawancarai pihak terkait yang menjadi subjek penelitian, kemudian dianalisis dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang dituangkan dalam sebuah karya tulis berbentuk skripsi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa dasar pertimbangan dari pemindahan narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Lhokseumawe adalah karena adanya kepentingan keamanan, kepentingan pengembangan kasus atau perkara baru, dan kepentingan pembinaan dalam rangka mendekatkan dengan keluarga. Hambatan yang dihadapi antara lain tidak tersedianya kendaraan khusus untuk pemindahan yang dimiliki Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Lhokseumawe, jarak tempuh dan biaya pemindahan yang terbatas, dan beresiko tinggi. Adapun akibat yang ditimbulkan setelah dilakukannya pemindahan adalah berada jauh dari keluarga dan pengeluaran pribadi yang meningkat. Narapidana diharapkan untuk selalu berkelakuan baik, dan perlu adanya usulan peningkatan anggaran pemindahan narapidana, serta ketika memutuskan untuk melakukan pemindahan secara rahasia ada baiknya pihak Lembaga Pemasyarakatan mengedepankan akibat Psikologis yang akan dirasakan oleh narapidana yang bersangkutan.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

PENERAPAN HUKUMAN DISIPLIN TERHADAP NARAPIDANA YANG MELARIKAN DIRI DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS II A BANDA ACEH (SARASTEA ANDIRA, 2020)

PEMENUHAN HAK ASIMILASI BAGI NARAPIDANA PADA LEMBAGA PEMASYARAKAT KELAS II B MEULABOH (Yusra Sesma Putri, 2019)

PEMBINAAN NARAPIDANA NARKOTIKA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS II A SIBOLGA (Sammia Habibi Sitanggang, 2020)

PEMENUHAN HAK NARAPIDANA WANITA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN WANITA KLAS III SIGLI (Mutia Sari, 2016)

PELANGGARAN KEAMANAN DAN KETERTIBAN NARAPIDANARNPADA LEMBAGA PEMASYARAKATAN KLAS IIA RNLHOKSEUMAWE (Cut Febriyanti, 2015)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy