EFEK FITO-RESPON EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) PADA SEL OSTEOBLAS DAN OSTEOKLAS TULANG MANDIBULA TIKUS (RATTUS NORVEGICUS) DALAM SUASANA CAHAYA LAMPU FLUORESEN SECARA HISTOPATOLOGI | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

   

EFEK FITO-RESPON EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) PADA SEL OSTEOBLAS DAN OSTEOKLAS TULANG MANDIBULA TIKUS (RATTUS NORVEGICUS) DALAM SUASANA CAHAYA LAMPU FLUORESEN SECARA HISTOPATOLOGI


Pengarang

SALWA DWINI KARIZA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1613101010036

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran Gigi / Pendidikan Dokter Gigi (S1) / PDDIKTI : 12201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Latar Belakang: Tulang mandibula memiliki sel-sel tulang dan matriks ekstraselular sebagai penyusun struktur tulang. Setiap sel tulang memiliki peran penting dalam proses pembentukan dan resorpsi tulang, terutama pada sel osteoblas dan osteoklas. Salah satu aspek fisik dapat mempengaruhi pertumbuhan tulang adalah cahaya. Paparan berlebihan terhadap "polusi cahaya" dapat berdampak buruk bagi kesehatan yang dapat mempengaruhi kualitas tulang. Moringa oleifera merupakan salah satu obat herbal dapat meningkatkan pembentukan tulang atau sebagai osteoproteksi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui efek fito-respon ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera) pada sel osteoblas dan osteoklas tulang mandibula tikus (Rattus norvegicus) dalam suasana cahaya fluoresen secara histopatologi. Metode: 10 tikus putih (Rattus norvegicus) dibagi menjadi 1 ekor tikus yang hanya dipaparkan cahaya dalam 7 hari, 3 ekor tikus kelompok positif yang diberikan obat vitamin D, 3 ekor tikus kelompok negatif yang diberikan aquades, dan 3 ekor perlakuan yang diberikan ekstrak etanol daun kelor. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisa oleh One Way Anova. Hasil: Ada perbedaan yang signifikan antara kelompok kontrol positif, negatif dan kelompok perlakuan yang diaplikasikan ekstrak etanol daun kelor pada tulang mandibula tikus putih Rattus norvegicus yang dipaparkan cahaya selama 24 jam dengan perlakuan ekstrak etanol daun kelor. Pada hari ke 28, kelompok perlakuan yang diaplikasikan ekstrak etanol daun kelor memiliki jumlah tertinggi dari sel osteoblas. Kesimpulan: Ekstrak etanol daun kelor efektif dalam menstimulasi sel osteoblas pada tulang yang sudah terpapar cahaya dalam waktu jangka panjang.
Kata kunci : Tulang Mandibula, Sel Osteoblas, Sel Osteoklas, Moringa oleifera, Cahaya Lampu

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK