ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS PUSKESMAS KABUPATEN ACEH SELATAN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

   

ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS PUSKESMAS KABUPATEN ACEH SELATAN


Pengarang

NOSI DELIANTI - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1509200180020

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Subject
-
Kata Kunci
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

PROGRAM STUDI MAGISTER KEPERAWATAN
FAKULTAS KEPERAWATAN, UNIVERSITAS SYIAH KUALA


Tesis, 30 Desember 2019
Nosi Delianti

Analisis Faktor Risiko Kejadian Stunting Pada Balita di Wilayah Kerja Unit Pelaksana Teknis Dinas Puskesmas Kabupaten Aceh Selatan

84 halaman + 17 tabel + 3 skema + 1 gambar + 18 lampiran


ABSTRAK
Stunting menggambarkan masalah gizi yang bersifat kronik terutama pada 1000 hari pertama kehidupan yang menyebabkan gangguan pertumbuhan pada balita.Tahun 2018Aceh Selatan mencapai 4907 (48,4%) balita yang mengalami stunting.Stunting dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya tingkat pendidikan ibu, sosial ekonomi, riwayat BBLR, status imunisasi, tinggi badan ibu, Usia ibu, riwayat penyakit infeksi balita, riwayat kesehatan ibu saat hamil dan sanitasi lingkungan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor Risiko Kejadian Stuntingpada Balita Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kabupaten Aceh Selatan. Jenis Penelitian kuantitatif bersifat deskriptif korelatifdengan desain cross sectional study. Populasi penelitian ini adalah seluruh balita usia 1-5 tahun yang berjumlah 408 orang. Sampel penelitian berjumlah 301 orang dengan metode pengambilan total samplingyang ditentukan berdasarkan kriteria inklusi. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner modifikasi Kemenkes RI, timbangan injak GEABR90158dan microtoise SH-2A GEA untuk mengukur antropometri balita. Hasil analisis regresi logistik menunjukkan variabel yang berhubungan signifikan dengan kejadian stuntingadalah riwayat BBLR (p=0,000) dengan odds ratio6,021, riwayat penyakit infeksi balita(p=0,003) dengan odds ratio 2,292, dan sanitasi lingkungan (p=0,026) dengan odds ratio1,800. Riwayat BBLR memiliki peluang 6 kali terjadi stunting dibandingkan balita yang tidak BBLR. Diharapkan keluarga dapat memenuhi kebutuhan nutrisi, memantau pertumbuhan dan perkembangan khususnya balita BBLR yang menjadi faktor risiko dominan terhadap kejadian stunting.



Kata Kunci : Faktor Risiko, Stunting, Balita
Daftar Pustaka : 16 buku + 53 jurnal (2006 s/d 2019)

MAGISTER OF NURSING DEPARTEMENT PROGRAM
NURSING FACULTY, SYIAH KUALA UNIVERSITY


Thesis, 30th December 2019
Nosi Delianti

Risk Factor Analisis of Stunting Incident Among Toddler in The Work Area of the Technical Implementation Unit of the South Aceh Regency Health Primary Services

84 pages + 17 tables + 3 schemes + 1 picture + 18 attachments


ABSTRACT
Stunting reflect chronic nutrition problem especially in the first 1000 days live that cause growth and development disruption in toddler. During 2018 there are up to 4907 (48,4%) toddlers who suffer from stunting were identified in South Aceh. Stunting are influenced by some factors such as mother's education level, social and economical status, low birth weigth babies, immunisation status, mothers body height, mothers age, toddler infection diseases history, maternal health status and environmental sanitation. The purpose of this study is to find out risk factors of stunting incidents in Work Area Of Implementation unit of South Aceh Regency Health Primary Services. The type of this study is quantitative with descriptive correlational study and designed with cross sectional study. Population of the study is whole 408 of 1-5 years old toddler and 301 of them is taken total sample based on inclusion chriteria. The measuring instrument was the questionnaire modification of the Indonesian health Ministry. Stampede scales are GEA BR90158 and microtoise SH-2A GEA to measure toddler anthropometric. Result from logistic regression shows that low birth weigth babies is significantly related to stunting incidents (p=0,000) by odds ratio 6,021, infection disease history (p=0,003) by odds ratio 2,292 and environmental sanitation (p=0,026) by odds ratio 1,800. Low birth weigth babies has six times possibility if compared with those who not. It is expected to family to fulfil nutrition needs, evaluate growth and development status, especially low birth weigth babies, as the dominant risk factor in stunting incidents.


Keywords :Risk Factors, Stunting, Toddler
Referrences : 16 Books + 53 research journals (2006 until 2019)

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK