//

ANALISIS KETIMPANGAN WILAYAH DAN PERTUMBUHAN EKONOMI ANTARA KABUPATEN INDUK DAN PEMEKARANNYA DI PROVINSI ACEH

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang SULASMI - Personal Name

Abstrak/Catatan

ABSTRAK Judul : Analisis Ketimpangan Wilayah dan Pertumbuhan Ekonomi Antara Kabupaten Induk dan Pemekarannya di Provinsi Aceh Nama : Sulasmi NIM : 1501101010061 Fakultas/Jurusan : Ekonomi dan Bisnis/Ekonomi Pembangunan Dosen Pembimbing : Muhammad Ilhamsyah Siregar, SE., MA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketimpangan wilayah dan pertumbuhan ekonomi di kabupaten induk dan pemekaran di Provinsi Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Data penelitian menggunakan tahun 2010-2018. Analisis yang digunakan yakni Indeks Williamson dan Tipologi Klassen. Hasil menunjukkan Kota Lhokseumawe sebagai daerah yang memiliki PDRB per kapita tertinggi sedangkan pertumbuhan ekonomi tertinggi pada Kabupaten Aceh Barat. Hasil perhitungan ketimpangan wilayah menjelaskan di wilayah 1 dengan kabupaten induk Aceh Barat menunjukkan angka ketimpangan sebesar 0,28 tetapi mengalami penurunan tidak jauh di tahun 2018 sebesar 0,27. Kategori ketimpangan wilayah sangat rendah di wilayah tiga, lima, tujuh, dan delapan. Hasil klasifikasi Tipologi Klassen menjelaskan Aceh Barat Daya, Gayo Lues, dan Lhokseumawe merupakan daerah cepat tumbuh dan cepat maju. Sementara itu Simeulue, Aceh Jaya, Singkil, Bener Meriah, dan Pidie Jaya merupakan daerah yang relatif tertinggal. Kata Kunci: PDRB per kapita, pertumbuhan ekonomi, ketimpangan wilayah, tipologi klassen ABSTRACT Title : Analysis of Regional Inequality and Economic Growth between the Parent District and It’s Provosion in Aceh Province Student Name : Sulasmi Student ID : 1501101010061 Faculty/Department : Economic and Business/Economic Development Academic Advisor : Muhammad Ilhamsyah Siregar, SE., MA. This study aims to determine regional inequality and economic growth in the parent district and its provision in Aceh Province. This research uses a descriptive quantitative approach. Research data used in 2010-2018. The analysis used is the Williamson Index and Klassen Typology. The results show that Lhokseumawe City has the highest per capita GRDP, while the highest economic growth is in West Aceh District. The results of the calculation of regional inequality explained that in region 1 with the central district of West Aceh showed an inequality rate of 0.28 but decreased not far in 2018 of 0.27. Shallow categories of regional inequality are found in regions three, five, seven, and eight. The results of the Klassen Typology clarification explained that Aceh Barat Daya, Gayo Lues, and Lhokseumawe are fast-growing and fast-advancing areas. Meanwhile, Simeulue, Aceh Jaya, Singkil, Bener Meriah, and Pidie Jaya are relatively disadvantaged areas. Keywords: GRDP per capita, economic growth, regional inequality, klassen typology

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

ANALISIS DAMPAK KETIMPANGAN PERTUMBUHAN EKONOMI WILAYAH TERHADAP KEMISKINAN DI WILAYAH BARAT SELATAN PROVINSI ACEH (Yuwanda Irmiyanti, 2017)

ANALISIS KEMAMPUAN KEUANGAN DAERAH KABUPATEN INDUK DAN KABUPATEN PEMEKARANNYA DI PROPINSI SUMATERA BARAT (Yefirson, 2015)

ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA EKONOMI DAERAH PEMEKARAN DENGAN DAERAH INDUK DI ACEH (FERAWATI, 2015)

ANALISIS PERBEDAAN KETIMPANGAN PENDAPATAN PROVINSI ACEH DAN PROVINSI SUMATERA UTARA (Suriansyah, 2021)

KETIMPANGAN PENDAPATAN PROVINSI DI INDONESIA: ANALISIS DATA PANEL (RAUDHATIL WIRDA. Z, 2019)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy