FORMULASI SEDIAAN LIP BALM DENGAN MINYAK ALMOND (PRUNUS AMYGDALUS DULCIS) SEBAGAI EMOLIEN DAN EKSTRAK ETANOL UMBI BIT (BETA VULGARIS L.) SEBAGAI PEWARNA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

   

FORMULASI SEDIAAN LIP BALM DENGAN MINYAK ALMOND (PRUNUS AMYGDALUS DULCIS) SEBAGAI EMOLIEN DAN EKSTRAK ETANOL UMBI BIT (BETA VULGARIS L.) SEBAGAI PEWARNA


Pengarang

Zata Yumni Sudirman - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1408109010005

Fakultas & Prodi

Fakultas MIPA / Farmasi (S1) / PDDIKTI : 48201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian tentang formulasi sediaan lip balm dengan minyak almond (Prunus amygdalus dulcis) sebagai emolien dan ekstrak etanol umbi bit (Beta vulgaris L) sebagai pewarna telah dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat formulasi dan menentukan mutu fisik sediaan lip balm dengan minyak almond sebagai emolien dan ekstrak etanol umbi bit sebagai pewarna. Ekstrak etanol umbi bit diperoleh dengan metode maserasi memiliki karakteristik berupa ekstrak kental berwarna merah kehitaman dan karakterisasi kadar air diperoleh sebesar 27,78% ± 0,057, kadar abu total 7,6% ± 0,080, kadar sari larut air 75,258% ± 2,201, dan kadar sari larut etanol 61,205% ± 2,370. Uji fitokimia menunjukkan ektrak etanol umbi bit mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, fenol, dan saponin. Sediaan diformulasikan ke dalam tiga formulasi yaitu F0 (basis), F1 (minyak almond 20% dan ekstrak etanol umbi bit 1%), dan F2 (minyak almond 25% dan ekstrak etanol umbi bit 1%). Hasil evaluasi stabilitas dari sediaan menunjukkan terjadinya pemisahan warna dengan basis pada sediaan F1 dan F2, nilai pH berada dalam rentang pH fisiologis kulit, dan nilai titik lebur tidak memenuhi syarat. Hasil uji iritasi menunjukkan seluruh sediaan tidak menyebabkan iritasi. Pengamatan uji kelembaban mengalami peningkatan persen pemulihan F1 (17,3%) dan F2 (52,3%).

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK