MODIFIKASI MODEL RAK ALAT PENGERING TIPE HYBRID PADA PENGERINGAN IKAN KEUMAMAH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

   

MODIFIKASI MODEL RAK ALAT PENGERING TIPE HYBRID PADA PENGERINGAN IKAN KEUMAMAH


Pengarang

Fajar Rizki - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1305106010005

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Fajar Rizki. 1305106010005. Modifikasi Model Rak Alat Pengering Tipe Hybrid Pada Pengeringan Ikan Keumamah dibawah bimbingan Kiman Siregar sebagai pembimbing utama dan Syafriandi sebagai pembimbing anggota.
RINGKASAN
Pengeringan hybrid merupakan pengeringan yang menggunakan dua atau lebih sumber energi untuk proses penguapan air. Teknologi ini merupakan alternatif teknologi untuk pengeringan produk pertanian. Pengeringan mekanis sistem hybrid pada prinsipnya sama seperti pengeringan mekanis pada umumnya. Radiasi matahari diubah menjadi energi panas, dikombinasi dengan energi panas hasil pembakaran biomassa apabila radiasi matahari berkurang atau tidak ada. Mesin pengering sistem hybrid secara umum terdiri atas media penangkap radiasi, ruang pengering, tungku pembakaran dan cerobong. Mesin pengering sistem hybrid juga menggunakan bantuan alat lain untuk membantu sirkulasi udara panas yang ditangkap dan disebar di dalam ruang pengering. Tujuan penelitian ini adalah memodifikasi model rak alat pengering surya tipe rak menjadi alat pengering hybrid untuk pengeringan ikan keumamah.
Prosedur penelitian pengeringan ikan keumamah dilakukan dengan,(1) Mempersiapkan peralatan pengujian dengan memasang komponen-komponen yang diperlukan selama penelitian. (2) Peralatan pengujian ditempatkan di tempat yang terbuka, agar udara lembab hasil pengeringan dapat langsung keluar ke udara bebas, (3) Sebelum penelitian, alat ukur yang digunakan harus dikalibrasi temperatur terlebih dahulu agar didapat kesamaan temperatur, (4) Melakukan pengujian pada alat pengering dengan beban kosong sebelum digunakan, agar dapat diketahui alat pengering berfungsi dengan baik selama proses pengeringan, (5) Menyiapkan sampel (ikan keumamah), kemudian setelah diproses dengan dibersihkan serta dimasukkan kedalam lemari pengering agar mikro organisme pembusuk dapat terhambat sebelum proses pengeringan berlangsung, (6) Ikan yang telah ditimbang dan disusun di atas rak dimasukkan kedalam ruang pengering untuk dikeringkan sampai mencapai angka yang konstan, (7) Ikan yang telah dikeringkan kemudian ditimbang per jam beratnya ikan untuk diketahui jumlah kadar air yang berkurang.
Hasil penelitian dari proses pengeringan ikan keumamah dengan 1 kg tempurung per jam sekali menghasilkan rata-rata suhu pengering 51,4oC. Iradiasi surya menghasilkan nilai total pengeringan hybrid sebesar 4,701 MJ dan total iradiasi surya untuk pengeringan surya adalah sebesar 3,086 MJ. Laju pengeringan ikan keumamah mengasilkan rata-rata pengeringan hybrid sebesar 0,2% dan pengeringan surya sebesar 0,2% dengan nilai hasil kelembaban udara rata-rata pengeringan hybrid sebesar 46,2% dan pengeringan surya sebesar 57,0oC Hasil kecepatan udara rata-rata pengeringan hybrid sebesar 2,3 m/s dan pengeringan surya 2,0 m/s.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK