PENGARUH PENGGUNAAN ABU AMPAS TEBU DAN ABU SEKAM PADI SEBAGAI SUBSTITUSI SEMEN TERHADAP KUAT TARIK BELAH BETON MUTU TINGGI PADA LINGKUNGAN BERBEDA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

   

PENGARUH PENGGUNAAN ABU AMPAS TEBU DAN ABU SEKAM PADI SEBAGAI SUBSTITUSI SEMEN TERHADAP KUAT TARIK BELAH BETON MUTU TINGGI PADA LINGKUNGAN BERBEDA


Pengarang

Balqis Pratami Sartono - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1504101010033

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Peningkatan kebutuhan beton mutu tinggi yang tidak diimbangi dengan produksi semen mengakibatkan bahan baku semen semakin tergerus akibat eksploitasi yang terus dilakukan. Abu ampas tebu dan abu sekam padi memiliki kandungan silika yang cukup untuk digunakan sebagai bahan subsitusi semen. Jumlah limbah abu ampas tebu dan abu sekam padi banyak terdapat di Aceh. Keawetan suatu pekerjaan beton pada umumnya sangat ditentukan oleh pengaruh luar bila dibandingkan dengan pengaruh yang datang dari beton itu sendiri setelah mengeras, kondisi beton tergantung dari ketahannnya di berbagai kondisi alam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh substitusi abu ampas tebu dan abu sekam padi pada kuat tarik belah beton mutu tinggi pada kondisi lingkungan terlindung, tiddak terlindung, dan tertimbun tanah terhadap kuat tarik belah beton mutu tinggi. Penelitian ini menggunakan variasi substitusi 0%, 2,5%, 5%, dan 7,5% dari volume semen, diambil dari kombinasi campuran 25% abu ampas tebu dan 75% abu sekam padi.. Jumlah benda uji untuk masing-masing variabel adalah 3 buah benda uji silinder berukuran 15 cm x 30 cm yang diletakkan pada tiga lingkungan berbeda dengan total benda uji berjumlah 72 menggunakan K-600 dengan faktor air semen (FAS) 0,3. Benda uji direndam selama 28 hari di bak perendaman, kemudian diletakkan selama 7 dan 28 hari di lingkungan terlindung, tidak terlindung, dan tertimbun, baru dilakukan pengujian kuat tarik belah. Hasil penelitian menunjukkan nilai kuat tarik belah terbesar terjadi pada beton mutu tinggi dengan persentase 2,5%, khususnya setelah benda uji di letakkan di lingkungan berbeda selama 28 hari yaitu 12,07% pada lingkungan terlindung, 16,06% di lingkungan tidak terlindung, dan 14,74% di lingkungan tertimbun. Hasil penelitian juga menunjukkan substitusi abu ampas tebu dan abu sekam padi mempengaruhi kuat tarik belah beton mutu tinggi, dibuktikan dengan perhitungan analisa data yang menunjukkan bahwa Fo variasi campuran lebih besar daripada Fo tabel-nya, juga grafik hasil penelitian yang menunjukkan adanya perbedaan nilai kuat tarik belah di tiap-tiap variasi.

Kata Kunci : Abu Sekam Padi, Abu Ampas Tebu, Lingkungan Berbeda, Kuat Tarik Belah, Beton Mutu Tinggi

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK