PEMAHAMAN MASYARAKAT TERHADAP FUNGSI HUTAN KOTA DAN PEMANFAATANNYA DALAM PENDIDIKAN (HUTAN KOTA BNI TIBANG BANDA ACEH) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PEMAHAMAN MASYARAKAT TERHADAP FUNGSI HUTAN KOTA DAN PEMANFAATANNYA DALAM PENDIDIKAN (HUTAN KOTA BNI TIBANG BANDA ACEH)


Pengarang

Salma Safrina Hashilah - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1505150020003

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Kehutanan (Gayo Lues) (S1) / PDDIKTI : 54254

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

363.34

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Hutan kota merupakan salah satu elemen ruang terbuka hijau yang Secara garis besar fungsinya dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu fungsi lansekap, fungsi pelestarian lingkungan, serta fungsi estetika. Pada umumnya masyarakat berkunjung ke hutan kota untuk kegiatan pariwisata alam atau rekreasi. Hutan kota dapat dimanfaatkan untuk keperluan lain seperti penelitian dan pengembangan, pendidikan, pelestarian plasma nutfah, dan budidaya hasil hutan bukan kayu. Salah satu bentuk pendidikan yang terdapat di hutan kota adalah pendidikan lingkungan hidup. Pendidikan Konservasi Alam (PKA) adalah bagian dari Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH). Perilaku masyarakat dalam kegiatan konservasi tidak terlepas dari tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku tentang berbagai hal yang berkaitan dengan konservasi. Istilah konservasi biasanya hanya dikenal oleh masyarakat yang bergerak dibidang yang berkaitan tentang lingkungan dan kehutanan. Maka dari itu diperlukannya pemahaman masyarakat umum mengenai konservasi maupun pendidikan konservasi. Berawal dari Pengetahuan dan pemahaman mengenai pendidikan konservasi maka tertanamlah sikap yang peduli lingkungan yang di praktikan melalui perilaku peduli lingkungan.
Penelitian ini dilakukan di Hutan Kota BNI Desa Tibang, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh yang bertujuan untuk merumuskan pemahaman masyarakat terhadap konsep pendidikan konservasi di Hutan Kota BNI Tibang dan dapat merumuskan strategi pengelola dalam pengembangan Hutan Kota BNI Tibang Banda Aceh yang lestari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, kuesioner, dan check sarana dan prasarana. Terdapat 2 variabel dalam penelitian ini yaitu variabel fungsi hutan kota dan variabel pemahaman masyarakat mengenai konservasi dan pendidikan konservasi. Variabel dibagi lagi menjadi beberapa sub variabel untuk mempermudah penarikan kesimpulan.
Dari hasil penelitian menunjukkan fungsi hutan kota BNI Tibang tergolong baik karena didukung dengan ketersedaan fasilitas, tingkat pemahaman masyarakat terhadap fungsi hutan kota termasuk dalam kategori baik dengan nilai rata-rata 67,19%, serta
informasi tambahan dari pihak pengelola dan pihak masyarakat yang mendukung dan memanfaatkan dengan baik fungsi hutan kota . Sedangkan Pemanfaatan hutan kota untuk keperluan pendidikan konservasi masih tergolong kurang karena tidak adanya petugas pemandu, perpustakaan, serta buku-buku mengenai lingkungan, tetapi bisa ditingkatkan dengan adanya papan informasi, himbauan, dan nama tumbuhan. Tingkat pemahaman masyarakat terhadap pendidikan konservasi di hutan kota tergolong cukup dengan nilai rata-rata 56,86%. Pihak masyarakat juga akan mengembangkan sikap dan perilaku yang baik dengan adanya hutan kota dalam bentuk Bank Sampah dan penghijauan sarana publik di Desa Tibang, sedangkan pihak pengelola juga memiliki rencana pengembangan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat dalam konservasi dengan membangun rumah baca, rumah kompos dan taman ramah anak.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK