EFISIENSI EKONOMI PEMELIHARAAN PUYUH PETELUR DENGAN MENGGUNAKAN RANSUM KOMERSIL YANG SEBAGIAN DISUBSTITUSI DENGAN TEPUNG LIMBAH IKAN LEUBIM DAN INDIGOFERA FERMENTASI. | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

EFISIENSI EKONOMI PEMELIHARAAN PUYUH PETELUR DENGAN MENGGUNAKAN RANSUM KOMERSIL YANG SEBAGIAN DISUBSTITUSI DENGAN TEPUNG LIMBAH IKAN LEUBIM DAN INDIGOFERA FERMENTASI.


Pengarang

ARIO SYAH PUTRA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1505104010076

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Peternakan (S1) / PDDIKTI : 54231

Subject
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

636.56

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kendala utama usaha peternakan ini adalah biaya ransumnya yang tinggi. Biaya ransum dapat dikurangi antara lain dengan cara antara lain mensubstitusi sebagian ransum komersil dengan bahan-bahan pakan alternatif yang harganya lebih murah, mudah diperoleh, dan berasal dari hasil sampingan seperti limbah ikan leubim dan indigofera.
Penggunaan limbah ikan leubim dipadukan dengan daun indigofera dan bahan-bahan pakan alternatif lain seperti menir, dedak jagung, dan tepung kulit kerang diharapkan dapat menurunkan biaya ransum yang lebih tanpa berpengaruh negatif terhadap produksi telur. Untuk meningkatkan nilai gizinya, bahan-bahan pakan ini setelah dicampur menjadi satu sebaiknya difermentasi terlebih dahulu. Berdasarkan permasalahan tersebut maka dilakukan penelitian penggunaan bahan pakan fermentasi yang tersusun dari tepung limbah ikan leubim, tepung indigofera, menir, dedak jagung, dan tepung kulit kerang untuk melihat pengaruhnya terhadap penurunan biaya ransum dan peningkatan income peternakan puyuh.
Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh penggunaan bahan pakan fermentasi yang tersusun dari tepung limbah ikan leubim, tepung indigofera, menir, dedak jagung, dan tepung kulit kerang sebagai substitusi sebagian ransum komersil terhadap penurunan biaya dan peningkatan income pemeliharaan puyuh.
Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Lapangan Peternakan (LLP) dan Laboratorium Ilmu dan Teknologi Produksi Ternak Unggas, Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala selama 10 minggu yang dimulai tanggal 27 Juni sampai dengan 05 September 2019. Penelitian ini menggunakan 80 ekor puyuh betina dara umur 4 minggu, jenis puyuh Coturnix coturnix japonica. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok terdiri dari 4 perlakuan dengan 4 kelompok. Setiap kelompok merupakan unit percobaan yang masing-masing terdiri dari 5 ekor puyuh betina dara. Ransum perlakuan adalah ransum komersil ayam petelur (324-1) yang disubstitusi dengan campuran bahan pakan fermentasi yang tersusun dari tepung limbah ikan leubim + daun indigofera + menir + dedak jagung + tepung kulit kerang sebanyak 0% (RA), 10% (RB), 20% (RC), dan 30% (RD). Parameter yang diamati adalah total penerimaan, total biaya, Income over feed cost (IOFC), total keuntungan (Total Income), dan B/C Ratio dan R/C ratio.
Berdasarkan hasil analisis penerimaan terlihat substitusi sebanyak 10 atau 20% ransum komersil dengan campuran tepung limbah leubim + tepung daun indigofera + menir + dedak jagung + tepung kulit kerang (RB, RC, RD) belum dapat meningkatkan penerimaan tunai pemeliharaan puyuh dibandingkan dengan penggunaan 100% ransum komersil ayam petelur (RA). Akan tetapi, pada level substitusi 30%, penerimaan diperoleh lebih tinggi dibandingkan dengan pemeliharaan puyuh petelur yang diberi 100% ransum komersil (RA). Semakin banyak ransum komersil disubstitusi semakin menurunkan total biaya produksi. Penurunan total biaya ini dikarenakan terjadinya penurunan biaya variabel (variable cost) yaitu pada biaya ransum. Salah satu cara melihat ekonomis pemeliharaan puyuh petelur adalah menghitung income over feed cost (IOFC). Hal ini dikarenakan ransum merupakan biaya paling besar dalam pemeliharaan puyuh petelur. Dalam penelitian ini, ransum-ransum yang disubstitusi dengan campuran tepung limbah ikan leubim + tepung indigofera+ menir + tepung jagung + tepung kulit kerang (RB?RD) memiliki biaya ransum yang lebih rendah. Analisis kelayakan ekonomis pemeliharaan puyuh-puyuh petelur yang dilakukan dalam penelitian ini pada semua perlakuan menghasilkan B/C ratio > 0 dan R/C ratio > 1. Ini berarti semua ransum layak dan menguntungkan digunakan dalam pemeliharaan puyuh petelur. Sebagaimana yang dikatakan oleh Sjahrial (2008), jika B/C ratio > 0 dan R/C ratio > 1 berarti layak usaha dan menguntungkan.
Hasil analisis memperlihatkan substitusi sebanyak 10% ransum komersil dengan campuran bahan pakan fermentasi tepung limbah leubim + tepung daun indigofera + menir + dedak jagung + tepung kulit kerang (RB) belum dapat meningkatkan penerimaan tunai pemeliharaan puyuh dibandingkan dengan penggunaan 100% ransum komersil ayam petelur (RA). Penerimaan akan meningkat jika ransum komerrsil disubstitusi dengan minimal 20% bahan pakan fermentasi tersebut (RC dan RD). Substitusi ransum komersil dengan campuran bahan pakan fermentasi tersebut menurunkan biaya ransum dan total biaya (total cost).
Hasil analisis memperlihatkan substitusi ransum komersil dengan minimal 20% campuran bahan pakan fermentasi tepung limbah leubim + tepung daun indigofera + menir + dedak jagung + tepung kulit kerang (RB) belum meningkatkan IOFCC dan total income dengan nilai tertinggi terdapat pada substitusi sebanyak 30% bahan pakan fermentasi (RD) Nilai B/C dan R/C ratio paling tinggi terdapat pada RD, sedangkan paling rendah terdapat pada RB. Dengan demikian, ransum komersil ayam petelur lebih menguntungkan jika ransum tersebut disubstitusi dengan minimal 20% bahan pakan fermentasi tepung limbah ikan leubim + tepung tepung indigofera+ menir + tepung jagung + tepung kulit kerang.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahan pakan fermentasi yang tersusun dari campuran tepung limbah ikan leubim+ tepung indigofera + menir + dedak jagung + tepung kulit kerang ,secara ekonomis lebih layak dan menguntungkan bila digunakan minimal 20% sebagai substitusi ransum komersil ayam petelur 324-1 dalam pemeliharaan puyuh petelur. Penggunaan bahan pakan fermentasi campuran tepung limbah ikan leubim + tepung indigofera + menir + dedak jagung + tepung kulit kerang sebagai substitusi ransum komersil ayam petelur dapat menurunkan biaya ransum dan meningkatkan income/keuntungan pemeliharaan puyuh petelur dengan tingkat keuntungan paling tinggi jika ransum komersil disubstitusi dengan 30% bahan pakan fermentasi tersebut.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK