//

ANALISIS KAWASAN BUDIDAYA BERDASARKAN TATA GUNA HUTAN KESEPAKATAN TERHADAP POLA RUANG DAN PENGGUNAAN LAHAN

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang RACHMATUL RIZKI - Personal Name

Abstrak/Catatan

Kabupaten Gayo Lues Provinsi Aceh dengan luas wilayah 554.991,06 ha, terdiri dari kawasan lindung 394.973,91 ha atau 71,17% dan kawasan budidaya 160.017,7 ha atau 28,83% (Qanun No,15, 2013). Terpeliharanya kelangsungan fungsi ekologis dari kawasan hutan di Kabupaten Gayo Lues mempunyai arti penting bagi wilayah di sekitarnya. Hal ini disebabkan karena secara fisik wilayah Kabupaten Gayo Lues merupakan kawasan hulu dan penyangga bagi wilayah hilir. Pertumbuhan penduduk yang terus bertambah mendorong meningkatkannya kebutuhan lahan yang menimbulkan persaingan dalam pemanfaatan ruang khususnya kawasan budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalis kesesuaian dan penyimpangan kawasan budidaya Tata Guna Hutan Kesepakatan Berdasarkan rencana tata ruang wilayah (RTRW) Kabupaten Gayo Lues tahun 2013-2033 dan penggunaan lahan eksisting Kabupaten Gayo Lues. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Gayo Lues. Pengolahan data dilakukan di Laboratorium Penginderaan Jauh dan Kartografi Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini dimulai dari bulan Juli sampai September 2018, menggunakan metode deskriptif dengan teknik survai. Sedangkan analisis data spasial menggunakan SIG dengan konsep extract, overlay dan reclassify. Penetapan fungsi kawasan hutan TGHK berdasarkan dari SK Mentan No.837/KPTS/UM/11/1980 dan No.683/KPTS/UM/8/1981, dengan parameter lereng, jenis tanah dan curah hujan yang mempunyai skor dan kriteria masing-masing. Hasil penelitian menunjukkan luas kawasan yang dapat digunakan untuk budidaya dalam kawasan Tata Guna Hutan Kesepakatan Kabupaten Gayo Lues seluas 118.901,97 ha atau 22% dan kawasan lindung seluas 436.089,10 ha atau 78%. Terdiri dari kawasan hutan produksi seluas 32.500,54 ha atau 6%, kawasan hutan produksi terbatas seluas 86.401,43 ha atau 16%, kawasan hutan lindung seluas 436.089,10 ha atau 78%. Kawasan budidaya TGHK yang sesuai dengan kawasan budidaya pola ruang RTRW seluas 86.406,28 ha atau 16%. Kawasan TGHK yang tidak sesuai dengan pola ruang seluas 106.106,58 ha atau 20% terdiri dari kawasan TGHK budidaya tidak sesuai dengan kawasan lindung RTRW seluas 32.495,69 ha atau 6% dan kawasan budidaya RTRW tidak sesuai dengan kawasan lindung TGHK seluas 73.610,89 ha atau 14%. Kawasan budidaya TGHK sesuai dengan penggunaan lahan yang telah di budidaya seluas 82.225,97 ha atau 15%, kawasan budidaya TGHK yang belum di manfaaatkan untuk budidaya seluas 36.674,1 ha atau 7%, dan Penggunaan lahan yang telah dibudidaya berada dalam kawasan TGHK lindung seluas 53.073,2 ha atau 10%.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

ANALISIS PENGGUNAAN LAHAN EKSISTING BERDASARKAN RENCANA TATA RUANG DI KECAMATAN LEMBAH SEULAWAH KABUPATEN ACEH BESAR (Akbar Maulana, 2018)

PENYIMPANGAN PENGGUNAAN LAHAN BERDASARKAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH KABUPATEN ACEH BARAT (Aris Marta, 2020)

ANALISIS PENGGUNAAN LAHAN EKSISTING BERDASARKAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) DI KECAMATAN KUTA BARO KABUPATEN ACEH BESAR (Mirza Arbi, 2016)

STUDI FAKTOR PENYEBAB FRAGMENTASI HABITAT DI KAWASAN TAMAN HUTAN RAYA POCUT MEURAH INTAN, ACEH (DINDA NOVITA, 2017)

ANALISIS NERACA PENGGUNAAN LAHAN DAN PERUBAHANNYA TERHADAP RENCANA TATA RUANG WILAYAH KABUPATEN PIDIE (Zulfajri, 2016)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy