KOMUNIKASI INTERPERSONAL ANTARA KORBAN PELECEHAN SEKSUAL DENGAN IBU KANDUNG (STUDI KASUS IM KORBAN PELECEHAN SEKSUAL DI KUTA BARO, ACEH BESAR) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

KOMUNIKASI INTERPERSONAL ANTARA KORBAN PELECEHAN SEKSUAL DENGAN IBU KANDUNG (STUDI KASUS IM KORBAN PELECEHAN SEKSUAL DI KUTA BARO, ACEH BESAR)


Pengarang

CHAIYUMI SYAH PRATIWI - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1510102010076

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Komunikasi(S1) / PDDIKTI : 70201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

155.5

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK - Penelitian ini berjudul “Komunikasi Interpersonal Antara Korban Pelecehan Seksual Dengan Ibu Kandung (Studi Kasus IM Korban Pelecehan Seksual di Kuta Baro, Aceh Besar)”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah keterbukaan diri korban pelecehan seksual kepada ibu kandungnya. Penelitian ini berfokus pada penyerangan seksual dan pada keterbukaan diri korban pelecehan seksual dengan ibu kandungnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Penelitian menggunakan teori Johari Window, dimana teori ini menelaah mengenai hubungan antara pengungkapan (disclosure) dan umpan balik (feedback) serta keluasannya dalam suatu hubungan dalam empat jendela yaitu open, blind, hidden, unknown. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal korban pelecehan seksual dengan ibu kandungnya mengalami hambatan dimana korban pelecehan seksual menutup informasi pribadi dari orang tuanya. Faktor IM menutup diri adalah adanya hambatan komunikasi yakni hambatan prasangka. IM memiliki prasangka negatif dalam berkomunikasi kepada Ibu nya yakni takut dimarahi dan dilarang, takut mendapatkan respon negatif dan takut kasus pelecehan lamanya kembali diungkit. Faktor lain yang menyebabkan IM menutup diri juga adalah adanya stigma sosial negatif terhadap kasus IM, ketidakpercayaan IM terhadap orang tua dan adanya perasaan lebih nyaman terbuka dengan teman dibanding orang tua. Hasil analisa keterbukaan diri IM dalam teori Johari Window menunjukkan bahwa IM adalah pribadi denga jendela bertipe “The Secret Persona”. Hal ini menunjukkan bahwa IM yang merupakan korban pelecehan seksual memiliki komunikasi interpersonal yang tidak ideal dikarenakan jendela Hidden yang besar. IM, selaku korban pelecehan seksual juga memiliki hambatan dan inefektivitas pada komunikasi interpersonal nya dengan ibu kandung.
Kata Kunci: Komunikasi Interpersonal, Pengungkapan Diri, Pelecehan Seksual, Kekerasan Seksual, Teori Johari Window, Efektivitas Komunikasi Interpersonal

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK