//

PERUBAHAN SIFAT KIMIA TANAH DAN SERAPAN HARA TANAMAN JAGUNG, KEDELAI, KACANG TANAH AKIBAT PEMBERIAN MULSA JAGUNG MANIS DAN PUPUK NPK PADA ULTISOL

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang RIZSKYWAN PURNAMA - Personal Name

Abstrak/Catatan

RINGKASAN RIZSKYWAN PURNAMA. Perubahan Sifat Kimia Tanah dan Serapan Hara Tanaman Jagung, Kacang Tanah, Kedelai Akibat Pemberian Mulsa Jagung dan Pupuk NPK Pada Ultisol. Sektor pertanian pangan merupakan upaya yang terus digalakkan karena terus dibutuhkan dan memiliki peran penting dalam pembangunan nasional. Tanah merupakan sumber daya alam yang penting bagi kehidupan dan kesejahteraan umat manusia dan mampu meningkatkan di sektor pertanian. Namun demikian, Kesuburan tanah memiliki faktor utama dalam meningkatkan produktifitas pertanian. Aceh merupakan daerah yang memiliki lahan pertanian dengan tingkat kesuburan yang relatif rendah, diantaranya merupakan jenis tanah ordo ultisol. Untuk memperbaiki sifat-sifat pada tanah ultisol harus dilakukan agar lahan dengan jenis tanah tersebut dapat digunakan sebagai lahan pertanian dan menghasilkan produksi tanaman yang maksimal. Proses memperbaiki sifat-sifat tanah ultisol dapat dilakukan dengan pemberian mulsa jagung dan pupuk NPK, dimana pemberian mulsa jagung dan pupuk NPK berpengaruh nyata terhadap perbaikan sifat-sifat tanah dan serapan hara yang berdampak dalam meningkatnya pertumbuhan dan hasil tanaman (jagung, kacang tanah, dan kedelai). Banyak manfaat penggunaan mulsa jagung dan pupuk NPK yang telah diperoleh melalui penelitian, namun informasi tentang penggunaan mulsa jagung dan pupuk NPK yang dapat memperbaiki sifat kimia tanah ultisol, serapan hara dan pertumbuhan dan hasil tanaman (jagung, kacang tanah, dan kedelai) belum banyak diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian mulsa jagung dan pupuk NPK terhadap serapan hara, perubahan sifat kimia tanah ultisol yang ditanami jagung, kacang tanah, dan kedelai pada tanah ultisol. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Teurebeh, Kota Jantho, Kabupaten Aceh Besar, Laboratorium Fisiologi Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala, dan Laboratorium Tanah dan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala, mulai dari Agustus 2016 sampai dengan Desember 2016. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terpisah faktorial 3 x 4 dengan kondisi jenis tanaman sebagai petak utama dan residu tanaman plus pupuk NPK sebagai anak petak. Faktor pertama sebagai petak utama yaitu jenis tanaman (J) dengan 3 taraf yaitu, J1 = jagung (jarak tanam 20 cm x 70 cm), J2 = kacang tanah (jarak tanam 20 cm x 60 cm), J3 = kedelai (jarak tanam 20 cm x 40 cm). Faktor kedua sebagai anak petak yaitu mulsa jagung dan pupuk NPK (R) dengan 4 taraf yaitu, R0 = kontrol (0 ton mulsa jagung, 0 NPK), R1 = tanpa mulsa + 400 kg ha-1 NPK, R2 = mulsa jagung 5 ton ha-1 + 400 kg ha-1 NPK (237 g/bedeng), R3= mulsa jagung 10 ton ha-1 + 400 kg ha-1 NPK (237 g/bedeng). Parameter sifat kimia tanah yang diamati meliputi analisis tanah awal (analisis rutin) dan analisis tanah setelah perlakuan terdiri dari pH (H2O), KTK, C-organik, N-Total, P-tersedia, K-dd. Parameter serapan hara yang diamati meliputi analisis N, P, dan K. Sedangkan parameter pertumbuhan pada tanaman jagung, kacang tanah, dan kedelai terdiri dari : tinggi tanaman umur 30, 40, dan 60 HST. Pemberian mulsa jagung dan pupuk NPK meningkatkan nilai P-tersedia, K-dd, dan KTK (kapasitas tukar kation). Namun demikian, pemberian mulsa jagung dan pupuk NPK tidak mempengaruhi serapan N, dan serapan K pada jenis tanaman ( jagung, kacang tanah, dan kedelai) pada tanah ultisol. Jenis tanaman (jagung, kacang tanah, dan kedelai) meningkatkan nilai P-tersedia dan K-dd, KTK (kapasitas tukar kation) dan serapan P akibat pemberian mulsa jagung dan pupuk NPK serta parameter pertumbuhan tanaman jagung, kacang tanah, kedelai (peubah tinggi tanaman 30 HST, 40 HST, dan 60 HST). Namun jenis tanaman tidak mempengaruhi sifat kimia tanah lainnya (pH, C-organik, dan N-Total) serta tidak mempengaruhi serapan N, dan serapan K akibat pemberian mulsa jagung dan pupuk NPK di tanah ultisol. Terdapat interaksi yang nyata antara perlakuan pemberian mulsa jagung dan pupuk NPK terhadap jenis tanaman (jagung, kacang tanah, dan kedelai) berdasarkan peubah P-tersedia, K-dd, KTK (kapasitas tukar kation), dan serapan P. Kata kunci: mulsa jagung plus pupuk NPK, jenis tanaman, sifat kimia tanah, tanah ultisol. SUMMARY RIZSKYWAN PURNAMA, Changes in Soil Chemical Properties and Corn, Peanut, Soybean Plant Uptake Due to Corn Mulch and NPK Fertilizer on Ultisols. The food agriculture sector is an effort that continues to be encouraged because it continues to be needed and has an important role in national development. Land is an important natural resource for human life and well-being and is able to improve in the agricultural sector. However, soil fertility has a major factor in increasing agricultural productivity. Aceh is an area that has agricultural land with relatively low fertility, including ultisol soil type. To improve the properties of ultisol soil must be done so that land with this type of land can be used as agricultural land and produce maximum crop production. The process of improving the properties of ultisol soils can be carried out by administering corn mulch and NPK fertilizer, where the administration of corn mulch and NPK fertilizer has a significant effect on improving soil properties and nutrient uptake which has an impact on increasing plant growth and yield (corn, peanuts, and soy). Many benefits of using corn mulch and NPK fertilizer have been obtained through research, but information about the use of corn mulch and NPK fertilizer can improve the chemical properties of ultisol soil, nutrient uptake and plant growth and yield (maize, peanuts, and soybeans) is not widely known . This study aims to determine the effect of corn mulch and NPK fertilizer on nutrient uptake, changes in chemical properties of ultisol soils planted with corn, peanuts, and soybeans on ultisol soils. This research was conducted in Teurebeh Village, Jantho City, Aceh Besar District, Laboratory of Plant Physiology, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, and Soil and Plant Laboratory, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, from August 2016 to December 2016. This study used Factorial 3 x 4 Separate Plot Design with condition of plant type as main plot and plant residue plus NPK fertilizer as subplot. The first factor as the main plot is the type of plant (J) with 3 levels namely, J1 = corn (spacing of 20 cm x 70 cm), J2 = peanut (spacing of 20 cm x 60 cm), J3 = soybeans (spacing of 20 cm x 40 cm). The second factor as subplots is corn mulch and NPK fertilizer (R) with 4 levels namely, R0 = control (0 tons of corn mulch, 0 NPK), R1 = without mulch + 400 kg ha-1 NPK, R2 = 5 tons of corn mulch ha-1 + 400 kg ha-1 NPK (237 g / bed), R3 = corn mulch 10 tons ha-1 + 400 kg ha-1 NPK (237 g / bed). The soil chemical parameters observed included initial soil analysis (routine analysis) and soil analysis after treatment consisting of pH (H2O), CEC, C-organic, N-Total, P-available, K-dd. Nutrient absorption parameters observed included the analysis of N, P, and K. While the growth parameters in maize, peanuts, and soybean plants consisted of: plant height ages 30, 40, and 60 HST. The provision of corn mulch and NPK fertilizer increases the value of available P, K-dd, and CEC (cation exchange capacity). However, corn mulch and NPK fertilizer did not affect N uptake, and K uptake in plant species (corn, peanuts, and soybeans) on ultisol soils. Plant species (maize, peanuts, and soybeans) increase the value of available P and K-dd, CEC (cation exchange capacity) and P uptake due to corn mulch and NPK fertilizer and growth parameters of corn, peanut, soybean (high variable plants 30 HST, 40 HST, and 60 HST). But the type of plant does not affect the chemical properties of other soils (pH, C-organic, and N-Total) and does not affect N uptake, and K uptake due to the administration of corn mulch and NPK fertilizer in ultisol soil. There was a real interaction between the treatment of corn mulch and NPK fertilizer on plant species (corn, peanuts, and soybeans) based on the available P-variables, K-dd, CEC (cation exchange capacity), and P. uptake Keywords: corn mulch plus NPK fertilizer, type of plant, soil chemical properties, ultisol soil.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

PERUBAHAN SIFAT KIMIA TANAH DAN SERAPAN HARA TANAMAN JAGUNG, KEDELAI, KACANG TANAH AKIBAT PEMBERIAN MULSA JAGUNG MANIS DAN PUPUK NPK PADA ULTISOL (RIZSKYWAN PURNAMA, 2019)

PENGARUH BLOTONG DAN KOMPOS JERAMI PADI TERHADAP SIFAT KIMIA TANAH, SERAPAN HARA SERTA PERTUMBUHAN JAGUNG ( ZEA MAYS L. ) PADA ANDISOL (SUBHAN, 2016)

PERUBAHAN SIFAT FISIKA TANAH DI LAHAN KERING TANAH ULTISOL DENGAN JENIS TANAMAN DAN MULSA JAGUNG (Muzakki, 2018)

PENGARUH PEMBENAH TANAH DAN SISTEM TANAM TERHADAP KETERSEDIAAN HARA DAN PRODUKSI KEDELAI DAN JAGUNG PADA TANAH PODSOLIK (ULLYANA SAMITHA, 2021)

REKLAMASI TANAH BEKAS TAMBANG BATUBARA DENGAN PEMBENAH TANAH BIOCHAR CANGKANG KOPI DAN CANGKANG SAWIT DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN SERAPAN HARA TANAMAN JAGUNG MANIS (Riski Rezeki, 2021)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy