PENENTUAN DAERAH PANAS BUMI BERDASARKAN DATA MAGNETOTELLURIK DI DAERAH X, SUMATERA BARAT | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

   

PENENTUAN DAERAH PANAS BUMI BERDASARKAN DATA MAGNETOTELLURIK DI DAERAH X, SUMATERA BARAT


Pengarang

Suci Ramadani - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1504107010013

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Geofisika (S1) / PDDIKTI : 33201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Metode magnetotellurik merupakan salah satu metode geofisika yang mengukur besarnya variasi medan elektromagnetik alami bumi, yang dapat digunakan untuk menyelidiki struktur resistivitas batuan di bawah permukaan bumi. Penggunaan metode ini dapat menggambarkan struktur reservoir panas bumi pada kedalaman hingga ribuan meter. Metode ini diterapkan untuk meneliti daerah prospek panas bumi di daerah X, Sumatera Barat. Data magnetotellurik hasil pengukuran di lapangan berupa data variasi nilai medan magnet dan medan listrik dalam bentuk domain waktu (time series). Untuk memperoleh nilai resistivitas batuan bawah permukaan, ada beberapa tahapan pengolahan data yaitu transformasi fourier, robust processing, smoothing, koreksi statik dan inversi dengan hasil akhir berupa model resistivitas 2D. Data magnetotellurik yang digunakan terdiri dari 39 titik stasiun pengukuran dalam 3 lintasan yang saling tegak lurus. Lintasan 1 dan 3 sejajar dengan jarak ±7 km dan berarah baratdaya-timurlaut, sedangkan lintasan 2 tegak lurus memotong kedua lintasan (lintasan 1 dan 3). Panjang lintasan pengukuran untuk masing-masing lintasan yaitu ±32 km. Dari hasil inversi 2D diperoleh, penampang pada lintasan 1 menunjukkan bahwa lapisan pertama yaitu lapisan top soil (lapisan teratas) yang memiliki nilai resistivitas 21-60 ohm.m, lapisan kedua yaitu lapisan konduktif dengan nilai resistivitas 3-14 ohm.m yang diduga sebagai lapisan penudung (clay cap/caprock), dan lapisan ketiga yaitu lapisan reservoir dengan nilai resistivitas 21-144 ohm.m. Pada penampang lintasan 2 menunjukkan lapisan top soil memiliki nilai resistivitas 21-60 ohm.m, lapisan kedua yaitu clay cap dengan nilai resistivitas 3-10 ohm.m, dan lapisan ketiga yaitu lapisan reservoir dengan nilai resistivitas 24-126 ohm.m. Pada lintasan 3 sebaran lapisan clay cap mulai menghilang. Daerah prospek diperkirakan berada diantara titik pengukuran TL0505-TL0511 (lintasan 1) dan titik pengukuran TL1202-TL0510 (lintasan 2).


Kata kunci: Panas bumi, Resistivitas, Metode Magnetotellurik, Inversi 2D

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK