//

PENERAPAN TEKNIK INTEROGASI TERHADAP TERSANGKA PADA TINGKAT PENYIDIKAN ( SUATU PENELITIAN DIWILAYAH HUKUM KEPOLISIAN RESOR ACEH BESAR)

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Rita Rizki Mulya - Personal Name

Abstrak/Catatan

ABSTRAK RITA RISKI MULYA PENERAPAN TEKNIK INTEROGASI 2019 TERHADAP TERSANGKA PADA TINGKAT PENYIDIKAN (Suatu Penelitian di Wilayah Hukum Kepolisian Resor Aceh Besar) Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (v,67)pp.,bibl. (M. Iqbal, S.H., M.H.) Pasal 50 ayat (1) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 Tentang Hukum Acara Pidana menegaskan tentang hak-hak tersangka yang harus dihargai dan dihormati, Namun dalam kenyataannya masih dilakukan pelanggaran-pelanggaran dalam pelaksanaan iterogasi terhadap tersangka dan pelanggaran terhadap aturan tersebut. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan teknik interogasi yang digunakan terhadap tersangka, untuk menjelaskan hambatan-hambatan yang ditemui dalam melakukan proses interogasi terhadap tersangka dan menjelaskan upaya-upaya yang dilakukan oleh penyidik dalam menghadapi hambatan proses interogasi terhadap tersangka pada tingkat penyidikan. Metode Penelitian yuridis empiris, pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan dengan cara mempelajari peraturan perundang-undangan, buku-buku teks, teori-teori dan karya ilmiah lainya. Selain itu juga dilakukan penelitian lapangan dengan cara mewawancari responden dan informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik interogasi yang digunakan terhadap tersangka oleh penyidik antara lain sebelum melakukan pemeriksaan terhadap tersangka penyidik terlebih dahulu mempersiapkan beberapa pertanyaan, mempersiapakan alat bukti yang telah ditemukan, dan penyidik dalam menyampaikan pertanyaan harus dalam bahasa yang mudah dimengerti oleh tersangka. Kemudian tersangka ditempatkan pada ruangan khusus untuk dilakukan pemeriksaan, serta penyidik menyuruh tersangka menjelaskan mengenai tersangka lakukan sebelum terjadinya peristiwa dan setelah peristiwa itu terjadi. Hambatan yang ditemukan adalah keterangan tersangka yang selalu berbeda-beda, bahkan terkesan berubah-ubah atau menjawab berbelit-belit, tersangka berbohong, tersangka hanya diam, tersangka mengalami shock. Upaya yang dapat dilakukan oleh penyidik Polres Aceh Besar dalam proses interogasi adalah melakukan konfrontasi, menunjukkan alat bukti yang telah dimiliki oleh penyidik kepada tersangka. Disarankan kepada pihak kepolisian untuk memberikan pembekalan tentang Pasal 50 ayat (1) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 Tentang Hukum Acara Pidana, dan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Kepolisian Negara Republik Indonesia. Disarankan kepada pihak kepolisian untuk meningkatkan pengawasan saat interogasi agar menghindari adanya oknum kepolisian dalam melakukan pelanggaran dan pengawasan tambahan dapat ditambahkan CCTV.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

PEMENUHAN HAK-HAK TERSANGKA PEREMPUAN DI TINGKAT PENYIDIKAN (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM KEPOLISIAN RESOR BIREUEN) (YUNA ANNISA, 2019)

PENYIDIKAN TINDAK PIDANA NARKOTIKA JENIS TANAMAN GANJA (CANNABIS SATIVA) (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM KEPOLISIAN RESOR ACEH BESAR) (Abdul Hafiz, 2015)

PELAKSANAAN REKONSTRUKSI DALAM PROSES PENYIDIKAN TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN DI WILAYAH HUKUM KEPOLISIAN RESOR (POLRES) ACEH BESAR (MUHAMMAD KADAFI, 2020)

PELAKSANAAN PENYIDIKAN TINDAK PIDANA PENIPUAN (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM KEPOLISIAN RESOR PIDIE) (RIVA RAININZA, 2019)

PELAKSANAAN PENYIDIKAN DALAM PROSES PEMERIKSAAN TERSANGKA BERDASARKAN ASAS PRADUGA TAK BERSALAH ATAU PRESUMPTION OF INNOCENT (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM KEPOLISIAN RESOR ACEH BESAR) (LILIS MUNIRA, 2018)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy