//

MODIFIKASI RESEP SAMBAL TEMPOYAK DURIAN (DURIO ZIBETHINUS MURR) DENGAN PENAMBAHAN TERASI

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang HIDAYA NAILA - Personal Name

Abstrak/Catatan

ABSTRAK Hidaya, Naila. 2019. Modifikasi Resep Sambal Tempoyak Durian (Durio Zibethinus Murr ) Dengan Penambahan Terasi. Skripsi, Program Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (Tata Boga), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala. Pembimbing: (1) Dr. Izwani, M.A., (2) Dra. Indani, M.Si Kata Kunci: Modifikasi Resep, Sambal Tempoyak Durian Dengan Penambahan Terasi Kabupaten Aceh Selatan penghasil durian terbanyak di Aceh. Durian yang terlalu matang diolah menjadi tempoyak. Masyarakat Aceh Selatan gemar mengkonsumsi tempoyak durian dan mencampurkan kedalam gulai. Tempoyak dalam masakan berfungsi sebagai bahan penambah cita rasa sehingga menciptakan rasa dan aroma khas tempoyak. Olahan durian yang difermentasikan di Aceh Selatan biasanya juga dibuat menjadi sambal, namun belum populer olahan sambal tempoyak dengan penambahan terasi. Tujuan (1) mengetahui karakteristik organoleptik, (2) mengetahui daya terima konsumen, (3) memperoleh resep standar (4) menghitung jumlah gizi (protein, lemak, dan karbohidrat), (5) memperoleh masa simpan sambal tempoyak durian dengan penambahan terasi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data dengan uji pengamatan yang dilakukan terhadap 7 orang Narasumber dan uji penerimaan kepada 30 orang panelis konsumen. Data uji pengamatan dianalisis dengan menentukan nilai rata-rata dari total nilai narasumber. Data uji penerimaan menggunakan anava satu jalur. Berdasarkan pengamatan oleh narasumber diketahui bahwa, sambal tempoyak durian dengan penambahan terasi yang disukai adalah Std1 dari segi warna 24.43, aroma 24.00, tekstur 24.29, dan rasa 23.57. Hasil analisis penerimaan konsumen menunjukkan sambal tempoyak durian dengan penambahan terasi yang disukai adalah Std1 nilai rata-rata dari segi warna 4.8, aroma 4.57, tekstur 4.57, dan rasa 4.60. Resep stansar diperoleh dari samal Std1 terdiri dari 100 gr tempoyak durian, 5 gr terasi, 35 gr bawang merah, 15 gr bawang putih, 35 gr cabai merah, 50 gr minyak goreng, 6 gr garam, 5 gr gula. Nilai gizi pada sambal Std1 yaitu protein 3.29%, lemak 16.25%, dan Karbohidrat 8.13% dengan daya simpan 6 hari. Kesimpulan, Berdasarkan uji pengamatan dan penerimaan, sambal tempoyak durian dengan penambahan terasi yang disukai narasumber dan panelis konsumen adalah perlakuan pertama (Std1). Saran, diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan tempoyak sehingga bernilai jual tinggi, penulis berikutnya dapat melakukan penelitian mengolah jenis pangan lain dengan bahan baku tempoyak.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP STICK BIJI DURIAN (DURIO ZIBETHINUS MURR) (Putri Mardhatillah, 2017)

PENGARUH EKSTRAK KULIT POHON DURIAN (DURIO ZIBETHINUS MURR.) TERHADAP KUALITAS SPERMATOZOA MENCIT (MUS MUSCULUS L.) (Siti Masyithah, 2016)

ISOLASI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI ASAM LAKTAT (BAL) PADA FERMENTASI BUAH DURIAN (JRUEK DRIEN) (Cut Aja Laila, 2015)

PENGARUH PEREBUSAN BIJI DURIAN (DURIO ZIBETHINUS MURR) TERHADAP PRODUKSI BIOETANOL (ARRIZAL FACHRI, 2015)

SUBSTITUSI PARSIAL TEPUNG KETAN DENGAN TEPUNG BIJI DURIAN PADA DODOL BIJI DURIAN (DURIO ZIBHETINUS MURR) (Rinta Malasari, 2019)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy