PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KORBAN TINDAK PIDANA PENCURIAN DENGAN PEMBERATAN (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI SINGKIL) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

   

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KORBAN TINDAK PIDANA PENCURIAN DENGAN PEMBERATAN (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI SINGKIL)


Pengarang

IRMA DEWI NINGSIH BERUTU - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1503101010264

Fakultas & Prodi

Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Irma Dewi Ningsih Berutu PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP
KORBAN TINDAK PIDANA PENCURIAN
2019 DENGAN PEMBERATAN ( Suatu Penelitian
di Wilayah Hukum Pengadilan Negeri Singkil)
Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala
(v,54) pp.,bibl.,tabl.
Ainal Hadi, S.H.,M.Hum.
Pasal 7A ayat 1 Undang-Undang Nomor 31 tahun 2014 Tentang
Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2006 Tentang Perlindungan
Saksi dan Korban, Korban tindak pidana berhak memperoleh restitusi berupa
ganti kerugian atas kehilangan kekayaan, ganti rugi yang ditimbulkan akibat
penderitaan yang berkaitan langsung dengan pidana, dan penggantian biaya
perawatan medis. Namun dalam praktiknya korban belum sepenuhnya
mendapatkan perlindungan hukum.
Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk menjelaskan bagaimana
perlindungan hukum terhadap korban tindak pidana pencurian degan pemberatan,
hambatan-hambatan apa saja yang didapat dalam pemberian perlindungan hukum
terhadap korban tindak pidana pencurian dengan pemberatan, dan partisipasi
korban dalam mengungkap tindak pidana pencurian dengan pemberatan,
Metode dalam penelitian ini menggunakan metode yuridis empiris yang
berlokasi di Wilayah Hukum Pengadilan Negeri Singkil, data diperoleh melalui
penelitian lapangan adalah pencarian data dilakukan langsung dilapangan atau
lokasi penelitian dengan kegiatan wawancara (interview) kepada responden dan
informan. Sedangkan penelitian kepustakaan untuk memperoleh data sekunder
dengan cara membaca, menelaah dan mengutip dari buku -buku serta melakukan
pengkajian terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan yang ada berkaitan
dengan skripsi ini.
Hasil penelitian menjelaskan bahwa pemberian perlindungan hukum
terhadap korban belum sepenuhnya maksimal, karena ada hak-hak yang belum
didapatkan oleh korban seperti kurang nya mendapatkan informasi tentang
perkembangan kasus. Hambatan yang terjadi dalam pemberian perlindungan
hukum terhadap korban tindak pidana pencurian dengan pemberatan yaitu, faktor
dari masyarakat yang kurang sadar akan haknya sebagai korban, faktor dari
penegak hukum yang kurang memberikan informasi atas hak-hak yang didapatkan
oleh korban, tidak ada pengajuan ganti kerugian (Restitusi).
Disarankan kepada penegak hukum agar meningkatkan profesinonalisme
dalam memberikan perlindungan hukum kepada korban tindak pidana pencurian
dengan pemberatan dalam bekerja agar masyarakat bisa lebih percaya kepada
penegak hukum untuk menyelesaikan kasus yang telah dialaminya, serta agar
meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat mengenai adanya peraturan
perundang-undangan tentang hak-hak saksi dan korban.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK