//

PENGARUH EKSTRAK DAUN ANDONG (CORDYLINE FRUTICOSA) TERHADAP JUMLAH FIBROBLAS GINGIVA TIKUS WISTAR (RATTUS NORVEGICUS) JANTAN SECARA HISTOPATOLOGIS (PADA HARI KE-21)

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Siti Mardhiyah - Personal Name
SubjectMEDICINAL PLANTS
ORAL HYGIENE - DENTISTRY
Bahasa Indonesia
Fakultas Fakultas Kedokteran Gigi
Tahun Terbit 2014

Abstrak/Catatan

ABSTRAK Nama : Siti Mardhiyah Program Studi : Kedokteran Gigi Judul : Pengaruh Ekstrak Daun Andong (Cordyline fruticosa) Terhadap Jumlah Fibroblas Gingiva Tikus Wistar (Rattus norvegicus) Jantan Secara Histopatologis (pada hari ke-21) Penyembuhan luka merupakan proses biologi normal yang terjadi dalam tubuh manusia. Proses penyembuhan luka ini terdiri dari 4 fase yang sangat terintegrasi dan saling tumpang tindih satu sama lain, yaitu hemostasis, inflamasi, proliferasi, dan remodeling. Fibroblas memegang peranan penting dalam penyembuhan luka karena merupakan protein stuktural yang berperan dalam pembentukan jaringan, terutama pada fase proliferasi dan remodeling. Tanaman andong merupakan salah satu agen penyembuhan luka yang mudah ditemui karena sering digunakan sebagai tanaman hias. Tanaman ini mengandung zat-zat yang dapat membantu penyembuhan luka seperti saponin, tanin, favonoid, polifenol, steroid, polisakarida, kalsium oksalat, dan zat besi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun andong (Cordyline fruticosa) terhadap jumlah fibroblas pada tikus wistar jantan. Sebanyak 10 ekor tikus Wistar jantan yang dibagi dalam 2 kelompok, yaitu 5 ekor pada kelompok kontrol yang tidak diberi perlakuan apapun setelah luka insisi dilakukan dan 5 ekor pada kelompok perlakuan yang diberi ektrak daun andong (Cordyline fruticosa) pada luka insisi bagian gingiva labial sebanyak 2 kali sehari selama 21 hari berturut-turut. kemudian jaringan luka diamati secara histopatologi dengan pembesaran 400x dengan 5 lapangan pandang untuk menghitung jumlah fibroblas secara manual. Hasil pengamatan rerata jumlah fibroblas kelompok Perlakuan adalah 21 ± 4,8, sedangkan kelompok kontrol adalah 32 ± 6,8. Hasil analisis uji t tidak berpasangan dengan nilai signifikansi p=0,02 (p

Tempat Terbit Banda Aceh
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

PENGARUH EKSTRAK DAUN ANDONG (CORDYLINE FRUTICOSA) TERHADAP JUMLAH FIBROBLAS GINGIVA TIKUS WISTAR (RATTUS NORVEGICUS) JANTAN SECARA HISTOPATOLOGIS (PADA HARI KE-21) (Siti Mardhiyah, 2014)

PENGARUH EKSTRAK DAUN ANDONG (CORDYLINE FRUTICOSA) TERHADAP JUMLAH FIBROBLAS GINGIVA TIKUS WISTAR (RATTUS NORVEGICUS) JANTAN SECARA HISTOPATOLOGIS (PADA HARI KE-14) (Henny, 2014)

PENGARUH EKSTRAK DAUN CEREMAI (PHYLLANTHUS ACIDUS (L.)SKEELS) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA RNTIKUS WISTAR (RATTUS NORVEGICUS)RN(PEMERIKSAAN HISTOLOGIS TERHADAP JUMLAH RNFIBROBLAS PADA HARI KE-7) (Astari Chairunnisa, 2015)

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL DAUN ANDONG (CORDYLINE FRUTICOSA (L.) A. CHEV) TERHADAP KADAR KOLESTEROL TOTAL DAN TRIGLISERIDA DARAH TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) HIPERKOLESTEROLEMIA (Sri Meutiya, 2018)

PENGARUH EKSTRAK DAUN UBI JALAR (IPOMOEA BATATAS L.) TERHADAP WAKTU PERDARAHAN TIKUS WISTAR (RATTUS NORVEGICUS) JANTAN (DARA AFAZA, 2017)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy