KONTRIBUSI LEMBAGA KEUANGAN TERHADAP PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI NILAM DI ACEH JAYA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

KONTRIBUSI LEMBAGA KEUANGAN TERHADAP PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI NILAM DI ACEH JAYA


Pengarang

Uswatun Hasanah Nura - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1609200240012

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Penerbit

Banda Aceh : Program Studi Magister Agribisnis Universitas Syiah Kuala., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

338.17

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Nilam menjadi salah satu mata pencaharian penting bagi masyarakat di Kabupaten
Aceh Jaya. Nilam Aceh (Pogostemon Cablin Benth) merupakan salah satu nilam terbaik
dunia dengan kandungan Patchouli Alkohol (PA) diatas 30%. Nilam di Kabupaten Aceh
Jaya pernah berjaya dengan mencatat harga tertinggi pada masanya, namun terus menurun
hingga saat ini. Pengembangan agroindustri nilam di Aceh jaya banyak menghadapi
permasalahan pada tingkat petani maupun industrinya. Petani seringkali menghadapi
kendala dalam hal pembiayaan dan permodalan, baik pada masa awal penanaman maupun
saat panen. Industri nilam pun demikian, adanya keterbatasan seperti ketersedian bahan
baku, pengendalian harga, pembeli dan sebagainya. Salah satu faktor yang penting untuk
keberlansungan agroindustri nilam adalah kontribusi modal atau finansial dari lembaga
keuangan. Kontribusi finansial yang dapat diberikan kepada petani nilam berupa
kemudahan kredit dan suku bunga yang terjangkau, baik yang berasal dari perbankan,
koperasi dan mitra lainnya.
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui kontribusi finansial yang diberikan
lembaga keuangan pada agroindustri nilam; (2) mengindentifikasi kebijakan lembaga
keuangan terhadap pengembangan agroindustri nilam dan persepsi lembaga keuangan
terhadap risiko finansial petani nilam; (3) mengidentifikasi persepsi petani nilam terhadap
pembiayaan lembaga keuangan pada pengembangan agroindustri nilam.
Metode pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive
sampling. Sedangkan jenis data yang digunakan adalah data observasi dan wawancara
dengan merancang beberapa pertanyaan dalam bentuk kuesioner. Data diperoleh dari data
primer dan data sekunder, yang kemudian dapat di analisis dengan metode deskriptif
kualitatif dan kuantitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi lembaga keuangan terhadap
pengembangan agroindustri nilam di Kabupaten Aceh Jaya di kategorikan rendah,
kontribusi tertinggi berasal dari modal pribadi yaitu sebesar 97,55%, dan kontribusi dari
koperasi sebesar 2,45% serta lembaga perbankan diduga memberikan kontribusi dalam
pengembangan agroindustri nilam di Aceh Jaya, namun terkendala aspek kerahasiaan data
perbankan.
Persepsi lembaga keuangan terhadap risiko usahatani nilam di Kabupaten Aceh
Jaya dapat di kategorikan berisiko rendah. Hal ini disebabkan oleh adanya pemberian
angunan dari pihak perbankan dan koperasi, serta minimnya kredit macet yang terjadi.
Sedangkan kebijakan lembaga keuangan terhadap pengembangan agroindustri nilam tidak
berbeda dengan kebijakan pengembangan agroindustri komoditas lainnya. Adapun
kebijakannya dilihat berdasarkan analisis kelayakan, bunga pemberian kredit, kesesuaian
antar jumlah pinjaman dan kebutuhan dana.
Persepsi petani nilam terhadap fasilitas pembiayaan lembaga keuangan pada
agroindustri nilam adalah berbeda antara petani satu lainnya yakni persepsi petani
cenderung negatif atau sulit terhadap pembiayaan yang di berikan. Hal ini disebabkan oleh
adanya gap atau ketidak terhubungan antara petani dengan pihak lembaga keuangan

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK