//

APLIKASI FORMULASI CAIR TRICHODERMA HARZIANUM DAN TRICHODERMA VIRENS SEBAGAI AGEN PENGENDALI HAYATI (APH) PENYAKIT HAWAR DAUN (PHYTOPTHORA PALMIVORA) PADA BIBIT KAKAO

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang DESI ARIDA - Personal Name
SubjectFUNGUS DISEASES
Bahasa Indonesia
Fakultas Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala
Tahun Terbit 2019

Abstrak/Catatan

Desi Arida. 1305101050135. Aplikasi Formulasi Cair Trichoderma harzianum dan Trichoderma virens sebagai Agen Pengendali Hayati (APH) Penyakit Hawar Daun (Phytopthora palmivora) pada Bibit Kakao di bawah bimbingan Tjut Chamzurni sebagai ketua dan Rina Sriwati sebagai anggota RINGKASAN Pencegahan penyakit hawar daun oleh cendawan Phytophthora palmivora pada kakao (Theobroma cacao L.) menggunakan fungisida dapat berdampak buruk terhadap lingkungan dan menimbulkan resistensi, sehingga untuk mengatasinya diperlukan alternatif lain dengan menggunakan Agen Antagonis Hayati (APH) seperti cendawan Trichoderma spp. Perbanyakan cendawan Trichoderma spp. dapat diperbanyak dengan berbagai media, salah satunya dengan formulasi cair. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh masing-masing formulasi cair T. harzianum dan T.virens serta kombinasi keduanya dalam mengendalikan penyakit hawar daun P. palmivora pada bibit kakao. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Penyakit Tumbuhan dan Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala pada bulan Januari sampai dengan Juli 2018. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap non faktorial yang terdiri dari 4 perlakuan dengan 5 ulangan, Apabila uji F menunjukkan pengaruh nyata, dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil pada taraf 5%. Peubah yang diamati yaitu masa inkubasi, kejadian penyakit, intensitas penyakit, jumlah daun, lebar daun, diameter batang, dan tinggi tanaman. Hasil penelitian menunujukkan bahwa aplikasi kombinasi formulasi cair T. harzianum dan T. virens (T3) mampu dalam menekan perkembangan penyakit hawar daun P. palmivora dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Aplikasi kombinasi formulasi cair T. harzianum dan T. virens (T3) mampu menghambat kejadian penyakit sebesar 38,30% dan intensitas penyakit sebesar 29,99% serta memiliki masa inkubasi terlama. Pada peubah aplikasi kombinasi formulasi cair T. harzianum dan T. virens (T3) mampu meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan bibit kakao, diantaranya jumlah daun sebanyak 9,92 helai per tanaman, lebar daun sebesar 4,71 cm, diameter batang sebesar 0,63 mm per tanaman dan tinggi tanaman yaitu 18,75 cm per tanaman.

Tempat Terbit Banda Aceh
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

APLIKASI SUSPENSI PELET TRICHODERMA HARZIANUM SEBAGAI AGEN PENGENDALIAN HAYATI (APH) PENYAKIT HAWAR DAUN (PHYTOPHTHORA PALMIVORA) PADA BIBIT KAKAO. (Yulfa Sari Tarigan, 2017)

KEEFEKTIFAN TRICHODERMA VIRENS DAN TRICHODERMA HARZIANUM DALAM MENGENDALIKAN NEMATODA PURU AKAR MELOIDOGYNE SPP. PADA TANAMAN TOMAT (Wahyusa Eka Putra, 2013)

POTENSI DAUN KATUK DAN LAMTORO SEBAGAI NUTRISI CENDAWAN TRICHODERMA SP. PADA PELET MEDIA TUMBUH DALAM MENEKAN PERTUMBUHAN PATOGEN TULAR TANAH (Zikriah, 2016)

FORMULASI SUSPENSI PELET TRICHODERMA SPP. DALAM MENGHAMBAT CENDAWAN SYNCHITRIUM POGOSTEMONIS PENYEBAB PENYAKIT BUDOK PADA BIBIT NILAM (Marhamah, 2021)

KOMBINASI ANTARA SPESIES TRICHODERMA DAN FREKUENSI PENYEMPROTAN TERHADAP INTENSITAS PENYAKIT BUSUK BUAH (PHYTOPHTHORA PALMIVORA) DAN HASIL BUAH KAKAO (F E N T Y F E R A Y A N T I, 2016)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy