RESPON BEBERAPA GALUR MUTAN KEDELAI (GLYCINE MAX (L.) MERRIL) GENERASI M5 PADA BERBAGAI TINGKAT CEKAMAN SALINITAS TERHADAP VIABILITAS DAN VIGOR BENIH SERTA PERTUMBUHAN VEGETATIF TANAMAN PADA MEDIA ROCKWOOL | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

RESPON BEBERAPA GALUR MUTAN KEDELAI (GLYCINE MAX (L.) MERRIL) GENERASI M5 PADA BERBAGAI TINGKAT CEKAMAN SALINITAS TERHADAP VIABILITAS DAN VIGOR BENIH SERTA PERTUMBUHAN VEGETATIF TANAMAN PADA MEDIA ROCKWOOL


Pengarang

Ade Ryan Muarif - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1405101050039

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agroteknologi (S1) / PDDIKTI : 54211

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Abstrak. Salinitas adalah salah satu cekaman abiotik yang dapat mengganggu proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman pada wilayah yang kering atau sedang. Salah satu upaya untuk mengatasi kondisi tanah salin yaitu dengan perakitan varietas kedelai yang memiliki sifat toleran salin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai tingkat cekaman salinitas pada beberapa galur mutan kedelai M5. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih dan Rumah Plastik Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala dari bulan Juli sampai September 2018. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 5 x 4 dengan 3 ulangan dan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) taraf 5% pada hasil uji F yang signifikan. Faktor pertama adalah genotipe kedelai dengan 5 taraf yaitu mutan Kipas Putih B4, B7 dan B15, dan sebagai pembanding digunakan varietas Kipas Putih (tetua mutan) dan varietas Wilis yang toleran terhadap salin. Faktor kedua adalah konsentrasi NaCl yang terdiri dari 0 gL-1 (0 ds/m), 4 gL-1 (4 ds/m), 6 gL-1 (5 ds/m), dan 8 gL-1 (5,5 ds/m). Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap genotipe kedelai yang diuji memiliki toleransi yang berbeda terhadap salinitas. Belum terdapat genotipe kedelai yang toleran terhadap salinitas dengan kemampuan daya berkecambah dan daya tumbuh diatas 80% atau lebih. Genotipe Wilis, Kipas Putih dan mutan B4 relatif memiliki daya berkecambah dan daya tumbuh yangLebih baik pada cekaman salinitas dibandingkan dengan mutan B7 dan B15. Pada konsentrasi NaCl 4 gL-1 (4 ds/m), genotipe sudah mulai menunjukkan penurunan nilai viabilitas dan vigor benih serta pertumbuhan vegetatif tanaman.
Kata kunci: genotipe kedelai, salinitas dan viabilitas

Abstract. Salinity is one of the abiotic problems which is able to irritate the growth and development of plants in dry or intermediate regions. One effort to overcome salinity land by assembling soybean varieties that have tolerant characteristics in salinity. This research aims to determine the effect of various level of salinity in some M5 soybean generation. This research was carried out at a Laboratory of Science and Seed Technology and The Plastic House, Agrotechnology department, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University from July to September 2018. The analysis of data that used in this research was Completely Randomized Design-Factorial 5x4 with 3 replications and continued with Honestly Significance Difference test (Tukey test) level of 5% on a significant F test result. The first factor was soybean genotype; Kipas Putih mutant B4, B7 and B15 and as the comparison were used Kipas Putih (mutant elders) and Wilis which is tolerant in salinity. The second factor was NaCl concentrations; 0 gL-1 (0 ds/m), 4 gL-1 (4 ds/m), 6 gL-1 (5 ds/m), and 8 gL-1 (5,5 ds/m). The result of this research showed that every genotype had different endurance level in various levels of salinity. There was no soybean genotype that was tolerant in salinity with the ability to germinate above 80% in this research. Wilis, Kipas Putih and mutant B4 relatively showed better seed germination and growth rate in salinity than mutan B7 and B15. Genotype had already showed the declining of germination rate, seedling vigor index and vegetative growth of plants in NaCl concentration with 4 gL-1 (4 dS/m).
Keywords: soybean genotype, salinity, viability

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK