ANALISIS SATUAN RODA DUA (SRD) PADA SIMPANG BERSINYAL DENGAAN RUANG HENTI KHUSUS (RHK) DI SIMPANG JAMBO TAPE | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

ANALISIS SATUAN RODA DUA (SRD) PADA SIMPANG BERSINYAL DENGAAN RUANG HENTI KHUSUS (RHK) DI SIMPANG JAMBO TAPE


Pengarang

ROSA SAJIDA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1609200060072

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Penerbit

Banda Aceh : Program Studi Magister Teknik Sipil Universitas Syiah Kuala., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

625.794

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Pengklasifikasian arus lalu lintas diperlukan sebuah faktor konversi sehingga berbagai jenis kendaraan (kend/jam) di dalam arus lalu lintas setara dengan kendaraan ringan atau mobil penumpang (smp/jam). Faktor untuk mengkonversikan satuan arus lalu lintas ini dikenal dengan ekivalensi mobil penumpang (emp). Perbedaann emp dan erd terletak pada acuan tinjauan analisis dan konversi, untuk erd yang digunakan adalah sepeda motor dan emp adalah mobil penumpang. Sedangkan ruang henti khusus (RHK) adalah fasilitas tambahan yang digunakan untuk memberikan ruang khusus kepada sepeda motor dengan tujuan mengelompokkan kendaraan. Simpang Jambo Tape merupakan salah satu akses simpang yang menghubungkan antara kota dan pusat pendidikan. Tujuan penelitian ini untuk menentukan nilai ekivalensi roda dua pada simpang bersinyal Jambo Tape, serta membandingkan hasil analisis dilapangan yang didapat dengan nilai emp, arus jenuh pada penelitian terdahulu dan MKJI 1997. Penelitian ini menggunakan metode regresi linier berganda. Metode ini mengacu pada perhitungan jumlah setiap kendaraan yang lepas dari garis henti simpang bersinyal terhadap lamanya waktu jenuh yang teramati di lapangan. Dari hasil penelitian diperoleh nilai EMP sepeda motor (MC) adalah 0,17, kendaraan berat (HV) 2,08 dan becak mesin (RS) sebesar 1,3 dan nilai ERD mobil penumpang (LV) 5,97, kendaraan berat (HV) 12,41 dan becak mesin (RS) 7,77. Selanjutnya untuk analisis nilai arus jenuh dasar diperoleh dua model, untuk model pertama dengan tidak menggunakan konstanta yaitu S0 = 488 We dan untuk model yang kedua dengan menggunakan konstanta yaitu S0 = 1029 + 347 We dapat diterima dengan tigkat kesalahan maksimum 2,6% (RSMPE) dan maksimum deviasi 337 smp/jam (RSME).
Kata Kunci : Satuan mobil penumpang, satuan roda dua, arus jenuh dasar,regresi linier berganda, simpang bersinyal.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK