PENGARUH PUNYULUHAN GANGGUAN REFRAKSI TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI 69 KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH PUNYULUHAN GANGGUAN REFRAKSI TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI 69 KOTA BANDA ACEH


Pengarang

SYARIFAH ASHIKAL - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1507101010113

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201

Subject
Penerbit

Banda Aceh : FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Gangguan refraksi merupakan suatu kondisi dimana cahaya yang masuk ke dalam mata tidak dapat difokuskan tepat pada retina sehingga bayangan benda terlihat buram atau tidak tajam. Refraksi dini dan pemberian kaca mata yang sesuai diperlukan untuk mencegah terjadinya gangguan perkembangan fungsi penglihatan pada anak yang masih dalam masa pertumbuhan, karena anak yang mengalami gangguan refraksi berpotensi untuk menggangu prestasi belajar, sehingga pengetahuan tentang gangguan refraksi sangat diperlukan. Penelitian ini berguna untuk mengetahui pengaruh penyuluhan. Gangguan refraksi dapat di hubungkan dengan tingkat pendidikan, lamanya kerja jarak dekat dapat meningkatkan resiko gangguan refraksi. Semakin tinggi pendidikan seseorang maka akan semakin tinggi prevalensi terjadinya gangguan refraksi karena kecenderungan lebih banyak melakukan aktivitas melihat jarak dekat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan terhadap peningkatan pengetahuan siswa tentang gangguan refraksi.Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Eksperimen atau eksperimen semu yang menggunakanrandomizedpretest-posttest control group design, dimana pada kedua kelompok akan dilakukan penilaian sebelum dan sesudah perlakuan. Pada group perlakuan diberikan perlakuan berupa pemberian penyuluhan dan pada kelompok kontrol tidak diberikan perlakuan apapun. Rancangan ini sangat baik digunakan untuk membandingkan mengenai pengetahuan setelah dan sebelum diberikan perlakuan. Pada penelitian ini dengan jumlah 96 responden dari kelas IV dan V, yang di ambil dari SDN 69 Banda Aceh dimana di dapatkan hasil pengetahuan pada kelompok kontrol hasilnya sama dimana tidak ada perbedaan, sedangkan pada kelompok eksperimen di dapatkan perbedaan sebelum dan sesudah penyuluhan. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan gangguan refraksi yang diberikan penyuluhan kepada siswa SDN 69 Banda Aceh.

Kata kunci : gangguan refraksi, tingkat pendidikan

ABSTRACT
Refractive disorder is a condition in which light entering the eye cannot be focused precisely on the retina so that the image of the object looks blurry or not sharp. Early refraction and the provision of suitable glasses are needed to prevent the development of visual function disorders in children who are still in their infancy, because children who experience refractive disorders have the potential to interfere with learning achievement, so that knowledge about refractive disorders is very necessary. This study is useful to determine the effect of counseling. Refractive disorders can be linked to the level of education, the duration of close work can increase the risk of refractive disorders. The higher a person's education, the higher the prevalence of refractive disorders due to the tendency to do more close-up activities. This study aims to determine the effect of counseling on increasing students' knowledge of refractive disorders. This study is a quasi-experimental or quasi-experimental study using randomized interpretest-posttest control group design, in which both groups will be assessed before and after treatment. The treatment group was given treatment in the form of counseling and in the control group no treatment was given. This design is very well used to compare knowledge after and before being given treatment. In this study, there were 96 respondents from class IV and V, who were taken from SDN 69 Banda Aceh where the results of the knowledge in the control group were the same where there were no differences, while in the experimental group they got differences before and after counseling. Based on the results of this study, it can be concluded that there is a relationship between the level of knowledge of refractive disorders given counseling to students of SDN 69 Banda Aceh.

Keywords: refraction disorder, education level

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK